Definisi, Keunggulan, Langkah-langkah Balanced Scorecard

Standar

Definisi Balanced Scorecard

Balanced Scorecard (BSC) adalah pendekatan terhadap strategi manajemen yang dikembangkan oleh Drs.Robert Kaplan (Harvard Business School) and David Norton pada awal tahun 1990. BSC berasal dari dua kata yaitu balanced (berimbang) dan scorecard (kartu skor). Balanced (berimbang) berarti adanya keseimbangan antara performance keuangan dan non-keuangan, performance jangka pendek dan performance jangka panjang, antara performance yang bersifat internal dan performance yang bersifat eksternal. Sedangkan scorecard (kartu skor) yaitu kartu yang digunakan untuk mencatat skor performance seseorang. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan oleh seseorang di masa depan.
Mula-mula BSC digunakan untuk memperbaiki sistem pengukuran kinerja eksekutif. Awal penggunaannya kinerja eksekutif diukur hanya dari segi keuangan. Kemudian berkembang menjadi luas yaitu empat perspektif, yang kemudian digunakan untuk mengukur kinerja organisasi secara utuh. Empat perspektif tersebut yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan.

Keunggulan Balanced Scorecard
Dalam perkembangannya BSC telah banyak membantu perusahaan untuk sukses mencapai tujuannya. BSC memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki sistem strategi manajemen tradisional. Strategi manajemen tradisional hanya mengukur kinerja organisasi dari sisi keuangan saja dan lebih menitik beratkan pengukuran pada hal-hal yang bersifat tangible, namun perkembangan bisnis menuntut untuk mengubah pandangan bahwa hal-hal intangible juga berperan dalam kemajuan organisasi. BSC menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem manajemen strategi kontemporer, yang terdiri dari empat perspektif yaitu: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan.
Keunggulan pendekatan BSC dalam sistem perencanaan strategis (Mulyadi, 2001, p.18) adalah mampu menghasilkan rencana strategis, yang memiliki karakteristik sebagai berikut (1) komprehensif, (2) koheren, (3)seimbang dan (4) terukur
Balanced Scorecard yang baik harus memenuhi beberapa kriteria yaitu:
1. Dapat mendefinisikan tujuan strategi jangka panjang dari masing-masing perspektif (outcomes) dan mekanisme untuk mencapai tujuan tersebut (performance driver)
2. Setiap ukuran kinerja harus merupakan elemen dalam suatu hubungan sebab akibat (cause and effect relationship)
3. Terkait dengan keuangan, artinya strategi perbaikan seperti peningkatan kualitas, pemenuhan kepuasan pelanggan, atau inovasi yang dilakukan harus berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan.

Langkah-langh Balanced Scorecard
Langkah-langkah Balanced Scorecard meliputi empat proses manajemen baru. Pendekatan ini mengkombinasikan antara tujuan strategi jangka panjang dengan peristiwa jangka pendek. Keempat proses tersebut menurut (Kaplan dan Norton, 1996) adalah :

a) Menterjemahkan visi, misi dan strategi perusahaan
Untuk menentukan ukuran kinerja, visi organisasi dijabarkan dalam tujuan dan sasaran. Visi adalah gambaran kondisi yang akan diwujudkan oleh perusahaan di masa datang. Tujuan juga menjadi salah satu landasan bagi perumusan strategi untuk mewujudkannya. Dalam proses perencanaan strategik, tujuan ini kemudian dijabarkan dalam sasaran strategik dengan ukuran pencapaiannya.

b) Mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis balanced scorecard. Dapat dilakukan dengan cara memperlihatkan kepada tiap karyawan apa yang dilakukan perusahaan untuk mencapai apa yang menjadi keinginan para pemegang saham dan konsumen. Hal ini bertujuan untuk mencapai kinerja karyawan yang baik.

c) Merencanakan, menetapkan sasaran, menyelaraskan berbagai inisiatif rencana bisnis memungkinkan organisasi mengintegrasikan antara rencana bisnis dan rencana keuangan mereka. Balanced scorecard sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya dan mengatur mana yang lebih penting untuk diprioritaskan, akan menggerakkan kearah tujuan jangka panjang perusahaan secara menyeluruh.

d) Meningkatkan Umpan balik dan pembelajaran strategis
Proses keempat ini akan memberikan strategis learning kepada perusahaan. Dengan balanced scorecard sebagai pusat sistem perusahaan, maka perusahaan melakukan monitoring terhadap apa yang telah dihasilkan perusahaan dalam jangka pendek.

Iklan

Tugas ke 3 Akuntansi Internasional

Standar
  1. Apa yang menyebabkan terjadinya inflasi?

Jawab :

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.

Pada prinsipnya inflasi itu terjadi karena tidak adanya keserasian antara laju pertambahan uang dan tingkat pertumbuhan barang dan jasa. Apabila jumlah uang beredar meningkat, sedangkan produksi barang dan jasa tetap, maka hal ini cenderung akan mendorong terjadinya inflasi. Faktor-faktor penyebab terjadinya inflasi, yaitu antara lain :

  1. Naiknya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa

Ketika pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri sipil(PNS), biasanya diikuti dengan kenaikan permintaan barang dan jasa. Bila kenaikan besarnya permintaan ini tidak diimbangi dengan penambahan volume barang dan jasa di pasar, maka hal ini akan berakibat pada naiknya harga barang dan jasa. Kenaikan gaji PNS ini pada dasarnya mengidikasikan adanya kenaikan jumlah uang yang beredar. Jenis inflasi ini disebut demand-pull inflation

  1. Kenaikan biaya produksi

Pada waktu pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), maka harga barang-barang di pasar juga akan meningkat. Mengapa? Ka rena kenaikan harga BBM berdampak pada kenaikan biaya produksi, akibatnya perusahaan juga menaikkan harga jual barang dan jasanya. Disini terjadi cost-push inflation.

  1. Defisit anggaran belanja (APBN)

Defisit APBN yang ditutup dengan percetakan uang baru oleh Bank Indonesia, akan berakibat pada bertambahnya jumlah uang beredar, dimana hal ini akan berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa.

  1. Menurunnya nilai tukar rupiah

Menurunnya nilai tukar terhadap valuta asing, seperti US dollar, Yen, Deutche Mark, akan berdampak pada semakin mahalnya barang-barang produksi impor. Hal ini berakibat pada kenaikan biaya produksi.

 

  1. Apa berbedaan antara harmonisasi akuntansi dan standarisasi akuntansi?

Jawab :

PERBEDAAN ANTARA HARMONISASI DAN STANDARISASI

HARMONISASI

STANDARISASI

1. Proses untuk meningkatkan kompabilitas (kesesuian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam

  1. Penetapan sekelompok aturan yang kaku dan sempit.

2. Tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua

2. Penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi

3. Mengakomodasi beberapa perjanjian dan telah mengalami kemajuan yang besar secara internasional dalam tahun-tahun terakhir

3. Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antarnegara

4. Hamonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka

4. Lebih sukar untuk diimpelemntasikan secara internasional

 

  1. Apa saja empat langkah dalam melakukan analisis usaha dengan menggunakan laporan keuangan? Mengapa dalam masing – masing tahap analisis dalam konteks lintas batas lenih sukar dibandingkan dengan analisis dalam suatau Negara?

Jawab :

Empat langkah dalam melakukan analisis usaha dengan menggunakan laporan keuangan yaitu :

  1. Analisis Strategi usaha internasional
  2. Analisis akuntansi
  3. Analisis keuangan
  4. Analisis prospektif internasional

Karena kurang andalnya informasi mengenai perkembangan makro ekonomi yang disebabkan seperti berikut ini :

  1. Karena keterbatasan data membuat upaya untuk melakukan analisis strategi usaha dengan menggunakan metode riset tradisional menjadi sukar dilakukan.
  2. Karena perbedaan antar negara dalam kualitas pengukuran, pengungkapan dan kualitas audit.
  3. Karena adanya perbedaan budaya, serta kondisi persaingan dan ekonomi local mempengaruhi interpretasi ukuran akuntansi dan rasio keuangan sehingga tahap analisis dalam konteks antar bats lebih sukar dibandingka dengan analisis dalam 1 negara.

 

  1. Jika anda diminta untuk memberikan lima rekomendasi terpenting yang dapat anda pikirkan kepada pihak – pihak lain yang sedang menganalisis laporan keuangan asing, apa saja rekomendasi tersebut?

Jawab :

Jika saya diminta memberikan lima rekomendasi tersebut makan saya akan berikan seperti berikut :

  1. Memahami sistem akuntansi dan praktik bisnis
  2. Memahami variable lingkungan seperti pendanaan eksternal, keterkaitan politik dan ekonomi suatu Negara
  3. Memperhatikan budaya dan nilai social yang mempengaruhi sistem akuntansi
  4. Harus memperhatikan ketepatan waktu, bahasa dan termonologi
  5. Memperhatikan perbedaan pengukuran akuntansi

TUGAS 2

Standar

SOAL!
1. Apa cakupan dari istilah informasi yang melihat masa depan?
JAWAB:
Istilah ”Informasi yang melihat masa depan” mencakup:
 Laporan rencana manajemen dan tujuan operasi di masa depan.
 Ramalan pendapatan, laba rugi, laba rugi per tahun ( EPS ), pengeluaran modal, dan juga pos keuangan lainnya.
 Informasi prospektif mengenai kinerja atau posisi ekonomi masa depan yang tidak terlalu pasti bila dibandingkan dengan proyeksi pos, periode fiskal, dan proyeksi jumlah
SOAL!
2. Jelaskan secara singkat perbedaan antara pengukuran akuntansi dan pengungkapan akuntansi. Dari dua proses akuntansi ini manakah yang menurut anda akan menunjukan kemajuan inovatif besar selama 10 tahun mendatang? Mengapa?
JAWAB :
Pengukuran akuntansi yaitu proses mengidentifikasikan, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi. Di dalam pengukuran akuntansi hanya sebatas informasi murni yang belum pernah diolah menjadi informasi yang siap digunakan. Artinya tidak semua pengguna bisa memahami secara baik dari laporan akuntansi teresbut. Sedangkan,
Pengungkapan akuntansi yaitu proses mengkomunikasikan informasi akuntansi kepada para pengguna. Praktek pengungkapan sangat berkaitan dengan system akuntasi. Pengungkapan juga identik dengan aspek kualitatif dan hanya bisa dinilai oleh para ahlinya saja, karena laporan hasil pengungkapan biasanya dibutuhkan oleh investor dan analisis. Standard dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, sistem hukum, ikatan politik dan ekonomi, tingkat pembangunan ekonomi, tingkat pendidikan, budaya dan pengaruh lainnya.

Menurut saya yang akan menunjukan kemajuan inovatif selama 10 tahun adalah pengungkapan akuntansi, karena dengan adanya pengungkapan maka laporan keuangan dapat dipahami oleh seluruh pengguna termasuk stakeholder. Meskipun praktik pegungkapan berbeda-beda di setiap Negara, tetapi sekarang perlahan mulai timbul kemiripan (konvergensi) dengan secara sukarela mengadopsi standar pelaporan keuangan internasioal (IFRS) atau GAAP Amerika serikat, mematuhi ketentuan pasar bursa efek dan badan regulator domestic dan luar negeri. Hal ini memberikan respon terhadap berbagai permintaan informasi yang dibutuhkan oleh para investor dan analis.

SOAL!
3. Jelaskan alasan – alasan perusahaan dengan operasi luar negeri melakukan translasi?
JAWAB :
Perusahaan dengan operasi luar negeri yang signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestic dan luar negeri. Untuk mencapai hal ini, laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang pelaporan induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut sebagai translasi.
Kebanyakan masalah yang berkaitan dengan translasi mata uang berasal dari fakta bahwa nilai relative mata uang asing jarang sekali ditetapkan. Kurs nilai tukar variable, yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi yang dapat digunakan dan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan perusahaan lain, atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari satu periode ke periode lain sulit dilakukan. Keadaan ini merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan multinasional untuk menyediakan pengungkapan informasi hasil operasi dan posisi keuangan.
Alasan tambahan untuk translasi mata uang asing adalah untuk mencatat transaksi mata uang asing, mengukur risiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang dan berkomunikasi dengan para pihak berkepentingan dari luar negeri. Untuk keperluan akuntansi, suatu aktiva dan kewajiban mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang jika suatu perubahan kurs nilai tukar mata uang menyebabkan mata uang induk perusahaan (pelaporan) juga berubah. Pengukuran resiko ini akan berbeda-beda tergantung dari metode translasi yang dipilih untuk digunakan oleh perusahaan.

SOAL!
4. Sebutkan Keuntungan dan Kerugian dari translasi?
JAWAB :
PSAK No.10 menyatakan keuntungan dan kerugian akibat translasi harus dinyatakan dalam perhitungan laba rugi periode dimana kurs mengalami perubahan. Bila timbulnya dan penyelesaian suatu transaksi berada dalam suatu periode akuntansi yang sama maka seluruh selisih kurs diakui dalam periode tersebut. Namun, jika timbulnya dan diselesaikannya suatu transaksi berada dalam beberapa periode transaksi, maka selisih kurs harus diakui untuk setiap periode dengan memperhitungkan perubahan kurs untuk masing-masing periode.
 Penagguhan
Dikeluarkannya penyesuaian translasi dari laba periode sekarang umumnya dianjurkan karena penyesuaian ini hanyalah hasil dari proses penyajian ulang.Perubahan nilai ekuivalen mata uang domestik dari aktiva bersih anak perusahaan luar negeri tidak direalisasikan dan tidak berpegaruh terhadap arus kas mata uang lokal yang dihasilkan dari entitas asing.
 Penangguhan dan Amortisasi
Beberapa pihak mendukung penangguhan keuntungan atau kerugian translasi dan melakukan amortisasi penyesuaian selama masa pos-pos neraca terkait.

 Penangguhan Parsial
Keuntungan atau kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugian sesegera mungkin setelah terjadi, tetapi mengakui keuntungan hanya setelah direalisasikan.Penangguhan translasi semata-mata hanya karena merupakan keuntungan, tetap mengabaikan terjadinya perubahan kurs.
 Tidak Ditangguhkan
Untuk mengakui keuntungan dan kerugian translasi dalam laporan laba rugi sesegera mungkin. Pilihan ini memandang penangguhan dalam bentuk apapun bersifat palsu dan cenderung menyesatkan.
SOAL!
5. Apa saja yang harus diungkapkan oleh perusahaan yang melakukan pelaporan?
JAWAB :
Laporan keuangan yang diungkapkan dalam laporan tahunan meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
Laporan non keuangan yang diungkapkan dalam laporan tahunan meliputi laporan manajemen yang berisi informasi penting mengenai perusahaan seperti laporan dewan komisaris, laporan direksi, kinerja perusahaan selama satu periode, profil perusahaan, strategi perusahaan, prospek perusahaan, dan informasi penting lainnya yang berhubungan dengan perusahaan.
Menurut Hendriksen (2001:205), ada tiga jenis pengungkapan yang didasarkan pada luas pengungkapan laporan, yaitu:
a. Adequate disclosure.
Adequate disclosure mengandung arti disclosure yang minimal harus ada sehingga laporan tidak menyesatkan.
b. Fair disclosure
Fair disclosure menyatakan tujuan-tujuan etis untuk memberikan perlakuan yang sama bagi semua pembaca potensial. Hal ini berarti bahwa pengungkapan dalam laporan tahunan diharapkan dapat dimengerti oleh semua pihak yang berkepentingan dengan laporan tersebut.
c. Full disclosure
Full dislcosure berarti penyajian semua informasi yang relevan. Artinya, semua informasi yang berhubungan secara relevan terhadap perusahaan harus diungkapkan.
Berikut ini beberapa hal penting yang berkaitan dengan pengungkapan informasi keuangan :
1. Tentang pada siapa informasi diungkapkan
2. Tentang tujuan informasi
3. Tentang seberapa banyak informasi yang harus diungkapkan
4. Tentang bagaimana informasi diungkapkan
5. Tentang waktu pengungkapan informasi

TUGAS 1 AKUNTANSI INTERNASIONAL

Standar

1. Akuntansi dapat dianggap memiliki tiga komponen pengukuran, pengungkapan, dan auditing. Apakah keuntungan dan kerugian dari klasifikasi ini? Dapatkah anda menyarankan klasifikasi alternatife yang mungkin berguna?
Jawab :
• Pengukuran merupakan proses mengidentifikasi, mengelompokan, dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi. Pengukuran memberikan masukan yang mendalam mengenai profitabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangannya.
Keuntungan : Dapat memberikan informasi secara lebih terinci.
Kerugian : Informasi yang diberikan tidak menyeluruh, hanya mencakup profitabilitas dan kekuatan posisi keuangan suatu perusahaan.
• Pengungkapan adalah proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna yang diharapkan, hal ini mencakup isu-isu seperti apa yang akan dilaporkan, kapan, dengan cara apa, dan kepada siapa.
Keuntungan : Informasi yang diberikan tepat sasaran kepada para pengguna yang diharapkan.
Kerugian : Pengungkapan hanya berpusat pada isu-isu, sehingga belum sesuai dengan fakta yang ada.
• Auditing merupakan jasa yang dilakukan oleh auditor terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.
Keuntungan : Dapat mengevaluasi kesalahan yang terjadi dalam laporan keuangan dan dapat mengetahui kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam suatu perusahaan.
Kerugian : Jika auditing dilakukan oleh auditor internal hasil auditnya kemungkinan subjektif karena dapat mengikuti permintaan manajemen. Dan jika auditing dilakukan oleh auditor eksternal akan membutuhkan biaya yang besar untuk menyewa jasa auditor eksternal.
– Saran klasifikasi alternatif yang berguna
Saran klasifikasi alternatif yang berguna adalah auditing, karena dengan adanya auditing bisa diketahui adanya kesalahan system yang sedang berjalan di suatu perusahaan, melihat bagaimana kinerja perusahaan, dan jika ada kesalahan maka bisa dijadikan sebagai evaluasi kinerja perusahaan.

2. Mengapa masalah – masalah akuntansi internasional semakin penting dan rumit dalam tahun tahun belakangan ini?
Jawab :
Masalah-masalah yang berkaitan dengan akuntansi internasional diantaranya adalah perpajakan., Peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu. Lalu selain itu terdapat masalah di dalam suatu budaya antar bangsa
Akuntansi internasional sangat penting karena dalam akuntansi internasional mempelajari prinsip-prinsip akuntansi untuk memahami laporan keuangan secara internasional dan budaya usaha yang mendasarinya. Dan tahun-tahun belakangan ini akuntansi internasional semakin rumit karena terdapat perbedaan-perbedaan dalam budaya, praktik bisnis, struktur politik dan perundang-undangan, sistem hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi lokal, resiko bisnis dan hukum pajak seluruhnya.
Selain itu juga akuntansi internasional berpengaruh pada ikatan politik dan ekonomi antar bangsa. Ekonomi sangat mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional karena kebijakan pemerintah dan keadaan ekonomi saat itu di suatu negara dapat membuat akuntansi sulit berkembang. Di indonesia sendiri penerapan IFRS sangant membantu pengusaha-pengusaha di Indonesia dalam mengembangkan usahanya. Dengan mengikuti standar-standar yang diciptakan internasional maka tidak ada lagi kendala untuk mengikuti peraturan-peraturan dan akan menciptakan peluang peluang yang lebih besar dalam mengembangkan usahanya lagi.
3. Apakah tujuan melakukan klasifikasi sistem akuntansi?
Jawab :
Tujuan klasifikasi sistem akuntansi yakni :
1. Membantu mengetahui sejauh mana suatu sistem memiliki kesamaan dan perbedaan
2. Bentuk-bentuk perkembangan sistem akuntansi suatu negara dibandingkan dengan yang lain serta kemungkinan untuk berubah
3. Alasan mengapa suatu sistem mempunyai pengaruh dominan dibandingkan dengan yang lain
Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisa mengapa dan bagaimana system akuntansi nasional berbeda – beda. Pengklasifikasian tersebut seharusnya juga dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk menilai prospek dan problem dalam masalah harmonisasi internasional. Dengan kata lain, tujuan klasifikasi untuk mengelompokkan sistem akuntansi keuangan menurut karakteristik khususnya dan hal ini mengungkapkan struktur dasar di mana anggota kelompok memiliki kesamaan dan yang membedakan kelompok-kelompok yang beraneka ragam. Dengan begitu, pemahaman mengenai sistem akuntansi akan menjadi lebih baik.
4. Apakah perbedaan nasional dalam praktek akuntansi dapat dijelaskan lebih baik oleh faktor budaya atau oleh faktor ekonomi dan hukum? Mengapa?
Jawab :
Budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu negara (seperti sistem hukum). Hofstede mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai sosial) yaitu: Individualisme, Jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, dan maskulinitas.
Berdasarkan hasil analisis Hofstede, Gray mengusulkan suatu kerangka kerja yang menghubungkan budaya dan akuntansi, Ia mengusulkan empat dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara, yaitu:
1. Profesionalisme versus ketetapan wajib pengendalian: preferensi terhadap pertimbangan profesional individu dan regulasi sendiri kalangan profesional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah ditentukan.
2. Keseragaman versus fleksibilitas: preferensi terhadap keseragaman dan konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam bereaksi terhadap suatu keadaan tertentu.
3. Konservatisme versus optimisme: suatu preferensi dalam memilih pendekatan yang lebih bijak untuk mengukur dan mengatasi segala ketidakpastian di masa depan, daripada memilih pendekatan yang sekadar optimis namun beresiko.
4. Kerahasiaan versus transparansi: preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.

5. Dikebanyakan negara, standar akuntansi keuangan yang diterbitkan berbeda dengan yang digunakan dalam praktek. Apa penyebab timbulnya perbedaan tersebut dan siapa yang harus memperhatikan perbedaan tersebut?
Jawab :
Perbedaan praktek akuntansi dengan standar yang ditentukan Harmonisasi dan Konvergensi Akuntansi Internasional
Di dalam akuntansi keuangan dikenal adanya standar yang harus dipatuhi dalam pembuatan laporan keuangan. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya pengguna laporan keuangan, bahkan untuk satu laporan keuangan yang sama. Jika tidak terdapat standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporan keuangan yang mereka miliki sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Hal ini akan menjadi masalah bagi pengguna karena akan menyulitkan bagi mereka untuk memahami laporan keuangan yang ada.
Konvergensi dalam standar akuntansi dan dalam konteks standar internasional berarti nantinya ditujukan hanya akan ada satu standar. Satu standar itulah yang kemudian berlaku menggantikan standar yang tadinya dibuat dan dipakai oleh negara itu sendiri. Sebelum ada konvergensi standar biasanya terdapat perbedaan antara standar yang dibuat dan dipakai di negara tersebut dengan standar internasional.
Konvergensi standar akan menghapus perbedaan tersebut perlahan-lahan dan bertahap sehingga nantinya tidak akan ada lagi perbedaan antara standar negara tersebut dengan standar yang berlaku secara internasional.

JENIS-JENIS AKUNTANSI DALAM ISLAM

Standar

A.    Akuntansi Murabahah

Murabahah adalah akad jual beli atas suatu barang, dengan harga yang disepakati antara penjual dan pembeli, setelah sebelumnya penjual menyebutka dengan sebenarnya harga perolehan atas barang tersebut dan besarnnya keuntungan yang diperolehnya.

Murabahah (al-bai’ bi tsaman ajil) lebih dikenal sebagai murabahah saja. Murabahah, yang berasal dari kata ribhu (keuntungan), adalah transaksi jual-beli dimana bank menyebut jumlah keuntungannya. Bank bertindak sebagai penjual, sementara nasabah sebagai pembeli. Harga jual adalah harga beli bank dari pemasok ditambah keuntungan (margin).[1][2] Dalam produk ini terjadi transaksi jual beli antara pembeli (nasabah) dan penjual (bank). Bank dalam hal ini membelikan barang yang dibutuhkan nasabah (nasabah yang menentukan spesifiksinya) dan menjualnya kepada nasabah denga harga plus keuntungan. Jadi dari produk ini bank menerima laba atas jual beli. Harga pokoknya sama-sama diketahui dua belah pihak.

Kedua bela pihak harus menyepakati harga jual dan jangka waktu pembayaran. Harga jual dicantumkan dalam akad jual beli dan jika telah disepakati tidak dapat berubah selama berlakunnya akad. Dalam perbankan murabahah selalu dilakukan dengan cara pembayaran cicilan(bi tsaman ajil atau muajjal). Dalam transaksi ini barang diserahkan segera setelah akad , sedangkan pembayaran dilaakukan secara tangguh/ cicilan.

 

  1. Akuntansi Mudharabah

Mudharabah berasal dari kata adh-dharbu fil ardhi, yaitu berjalan di muka bumi. Dan berjalan di muka bumi ini pada umumnya dilakukan dalam rangka menjalankan suatu usaha, atau berdagang. Disebut juga qiradh yang berasal dari kata al-qardhu yang berarti potongan, karena pemilik memotong sebagain hartanya untuk diperdagangkan dan memperolah sebagian keuntungan. Kadang-kadang juga dinamakan dengan muqaradhah yang berarti sama-sama memiliki hak untuk mendapatkan laba karena si pemilik modal memberikan modalnya sementara pengusaha meniagakannya dan keduanya sama-sama berbagi keuntunga.

Sedangkan secara istilah, mudharabah adalah akad penyerahan modal oleh pemilik modal kepada pengelola untuk diperdagangkan dan keuntungan dimiliki bersama antara keduanya sesuai dengan persyaratan yang mereka buat. Adapun sacara teknis, Antonio (2001) mendefinisikan mudharabah sebagai akad kerja sama usaha antara dua pihak di mana salah satu pihak menyediakan seluruh (100%) modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola.

Kemudian berdasarkan PSAK 105 mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak di mana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola, dan keuntungan dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pemilik dana.

Dalam mudharabah unsur terpenting adalah kepercayaan, yaitu kepercayaan dari pemilik dana kepada pengelola dana. Kepercayaan itu penting karena dalam akad mudharabah, pemilik dana tidak boleh ikut campur di dalam manajemen perusahaan atau proyek yang dibiayai dengan dana pemilik dana tersebut. Kecuali sebatas memberikan saran dan melakukan pengawasan pada pengelola dana. Sedangkan apabila usaha tersebut mengalami kerugian yang mengakibatkan sebagian atau mungkin seluruh modal yang ditanam oleh pemilik dana itu habis maka yang menanggung kerugian adalah pemilik dana. Namun jika kerugian terjadi karena kelalaian pengelola, maka pengelola harus menanggung sendiri.

Dari beberapa penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa mudharabah adalah akad kerja sama antara pemilik dana dan pengelola dana dalam mendirikan usaha tertentu untuk saling menguntungkan. Di mana besarnya proporsi bagi hasil berdasarkan kesepakatan bersama.

 

  1. Akuntansi Ijarah

Ijarah  adadalah pemindahan hak guna atas suatu barang dan atau jasa atas pembayaran upah sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri dengan perkataan lain ijarah adalah mengambil manfaat atas suatu barang  dengan jalan  penggantian sewa atas upah sejumlah tertentu

Menurut sayyiq sabiq dalam fikih sunnah , al ijarah berasal dari kata  alajru yang berarti ganti  atau kompensasi.ijarah sendiri dimaksudkan untuk mengambil suatu manfaat atas suatu barang atau jasa dengan jalan penggantian sewa atau juga upah.

Asset yang disewakan (obyek ijarah ) dapat berupa mobil , rumah perlatan dan sebagainya . karena yang ditrnsfer adalah manfaat dari suatu asset maka segala sesuatu yang dapat di transfer manfaatnya dapat menjadi obyek ijarah . dengan demikian ,barang yang dapat habis dikonsumsi tidak dapat menjadi obyek ijarah ,karena mengambil manfaatnya berarti memilikinya .bentuk lain dari oyek ijarah adalah manfaat dari suatu jasa yang berasal dari suatu karya atau dari pekerjaan seseorang .

 

  1. Akuntansi Istihsna

Bai’al istishna’ atau disebut dengan akad istishna’ adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan  (pembeli/mustashni’) dan penjual (pembuat/shani’)­. Istishna’ paralel adalah suatu bentuk akad istishna’ antara pemesan (pembeli/ mustashni’) dengan penjual (pembuat/shani’)­, kemudian untuk memenuhi kewajibannya kepada mustashni’, penjual memerlukan pihak lain sebagai shani’.


 

DASAR AKUNTANSI SYRIAH

Standar

           Secara historis literatur dikenal bahwa akuntansi lahir dari tangan seorang pendeta Italia yang bernama Lucas Pacioli yang ditulis dalam bukunya “Double entry accounting system”. Namun setelah dilakukan penelitian sejarah dan arkeologi ternyata banyak data yang membuktikan bahwa jauh sebelum penulisan buku itu sudah dikenal akuntansi. Karena bahwa matematika dan sistem angka sudah dikenal Islam sejak abad ke 9 M. Pengakuan tersebut berarti menyembunyikan beberapa kemajuan peradaban yang telah maju yaitu pada peradaban Islam.

            DR.Ali Shawki Ismail Shehata menjelaskan sejarah Islam menyatakan bahwa akuntansi dalam islam bukanlah merupakan seni dan ilmu yang baru, sebenarnya bisa dilihat dari peradaban islam yang pertama yang sudah memiliki “Baitul Maal” yang merupakan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai “Bendahara Negara ‘ serta menjamin kesejahteraan social. Muslim sejak itu telah memiliki jenis akuntansi yang diebutkan dalam karya tulis umat islam.

            Robert Arnold Russel  juga mengatakan bangsa arab telah lebih canggih dalam menerapkan metode akuntansi double entry yang mampu mencatat transaksi berdagang dan mampu mencatat posisi masing-masing agen dan mampu menggunakan modalnya untuk investasi(kegiatan) yang lebih menguntungkan.

            Kesimpulan dari berbagai fakta sejarah sudah cukup kuat untuk menyatakan bahwa akuntansi sudah dikenal pada masa kejayaan islam pada masa peradaban islam.

Permasalahannya adalah pemalsuan sejarah yang dilakukan beberapa oknum di Barat dan ketidakmampuan umat muslim untuk menggali khazanah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya sendiri. Akuntansi pada masa kelahiran feodalisme di Eropa mulai berkembang dan saling menopang dengan perkembangan ekonomi kapitalis. Akuntansi melakukan kegiatan pencatatan dan pemberian informasi bagi investor atau capitalist sehingga ia dapat mengawasi asset perusahaannya dan dapat mengembangkan modalnya hingga semakin meluas dan besar dari ideology  untuk memakmurkan rakyatnya. Ia memproduksi, mengolahnya dan memanfaatkannya untuk kepentingan yang dilaksanakannya secara rasional dan pertimbangan ekonomis.

            Sejarah peradaban Arab, nampak sekali besarnya perhatian Bangsa Arab pada akuntansi , seperti dalam hal berdagang membutuhkan  untuk mengetahui dan menghitung barang dagangannya,sejak mulai berdagang sampai pulang kembali.  Hitungan ini untuk mengetahui  perubahan-perubahan pada keuangannya, baik keuntungan maupun kerugian.

Selanjutnya berkembangnya negeri dan bertambahnya kabilah-kabilah ,masuknya imigran dari negara tetangga dan berkembangnya perdagangan serta timbulnya usaha-usaha intervensi perdagangan semakin kuatlah perhatian bangsa Arab pada pembukuan dagang untuk menjelaskan utang piutang. Orang-orang Yahudi pada waktu itu pun telah bisa menyimpan faktur dagang.

Adapun tujuan akuntansi pada bangsa Arab  yang berdagang keliling adalah untuk mengetahui perubahan jumlah aset, seperti untung dan rugi.  Dan untuk kalangan pedagang yang menetap yang mayoritas orang Yahudi, merka memakai akuntansi sebagai sarana untuk mengetahui utang piutang. Jadi konsep akuntansi  tersebut dilihat dari pembukuan yang berdasarkan metode penjumlahan statistik dengan aturan penjumlahan dan pengurangan.

Dengan demikian pada waktu itu terdapat  undang-undang akuntansi yang terpenting waktu itu ialah undang-undang akuntansi perorangan dan undang-undang akuntansi kelompok  (syirkah). Bahkan pada waktu itu dalam hal muamalah ada peraturan riba yang dalam hukum islam disebut “riba jahiliah”.

Sejarah Gagasan Akuntansi Islam

1.      Ideologi  Akuntansi islam sejak munculnya islam sampai abad ke 13 hijriah

Setelah muculnya islam di semenanjung Arab dibawah pimpinan Rasulullah saw dan terbentuknya  Daulah islamiah di Madinah, mulailah perhatian Rasullulah untuk  membersihkan muamalah   maaliah (keuangan) dari unsur-unsur riba dan dari segala bentu penipuan, pembodohan, perjudian, pemerasan,monopoli dan segala usaha untuk mengambil harta orang lain secara batil. Sehingga rasullah menekankan pada pencatatan keuangan dan mendidik secara khusus beberapa orang sahabat untuk menangani profesi ini dan diberi sebutan khusus yaitu hafhazatul amwal(pengawasan keuangan). Dan para sahabat rasul dan peimpin umat islam juga menaruh perhatian yang tinggi terhadap pembukuan akuntansi  yang memiliki tujuan untuk mengetahui utang-utang dan piutang serta keterangan perputaran uang , seperti  pemasukan dan pengeluaran. Juga berfungsi untuk merinci dan menghitung keuntungan dan kerugian serta menghitung harta keseluruhan untuk menentukan kadar zakat  yang harus dikeluarkan oleh masing-masing individu.

Perhatian untuk pembukuan ini masih berjalan sesuai dengan kaidah –kaidah islam di negara islam, sampai masuknya gerakan ghazwul fikri(perang ideologi, kebudayaan, dan ekonomi) ke mayoritas negara islam, terutama sekali setelah runtuhnya khilafah islamiyah.

2.      Ideologi Akuntansi islam setelah runtuhnya khilafah islamiyah, dan dominasi imprealisme ribawi terhadap  negeri-negeri islam hingga pertengahan abad ke 14 Hijriah.

Runtuhnya khilafah islamiah serta tidak adanya perhatian dari pemimpin- pemimpin islam untuk mensosialisasikan hukum islam, ditambah lagi dengan dijajahnya kebanyakan negara islam oleh negara-negara kuat seperti Inggris dan Perancis,  telah menimbulkan perubahan yang sangat mendasar pada muamalah keuangan.

Pada saat itu dipakailah sistem undang-undang ekonomi kapitalis dan sosialis yanng mengagantikan undang-undang ekonomi islam, serta masuknya aturan-aturan perserikatan asing dan lembaga-lembaga perdagangan yang berdiri di atas azas riba. Sebagai kelanjutannya di implementasikan aturan-aturan akuntansi Eropa. Sebagai contoh sekarang  sering menemukan buku-buku akuntansi konvensional ada yang bernama sistem akuntansi Inggris, sistem akuntansi Prancis, sistem akuntansi Amerika, dan lain-lain.

Para akuntan asing sekarang sudah menguasai semua segi akuntansi, baik bidang ideologi,aplikasi,maupun pengajaran. Sampai sekarang akuntansi masih dikuasai oleh non tenaga profesional ke luar  negeri untuk mempelajari pokok-pokok pikiran akuntansi barat, sehingga menghasilkan generasi- generasi yang hanya bekerja di lingkungan barat. 

3.      Ideologi akuntansi Islam di zaman modern (zaman kebangkitan konsep akuntansi islam).

Kebangkitan islam sedang memperhatikan bidang muamallah secara umum, dan bidang-bidang finansial   serta lembaga-lembaga keuangan.  Sekelompok pakar akuntansi muslim telah mengadakan riset dan studi-studi ilmiah tentang akuntansi  menut  islam.Berikut ini adalah sebagian usaha awal di masing-masing bidang:

a.       Kebangkitan Konsep Akuntansi Islam Baru dalam Bidang Riset.

Sudah terkumpul beberapa tesis magister serta disertai doctor dalam konsep akuntansi yang telah dimulai sejak 1950 da masih berlanjut sampai sekarang, dengan jumlah yang semakin banyak. Diantaranya adalah:

1.  “Nizham al-muhasabah li Dharabah az-Zakah  wal Dafatir al-mustama’lah fi    Baitil –maal” tesis magister, fak Perdagangan Universitas Cairo, 1950, di ajukan oleh Syauqi Ismail Syahatah”

2. “Al-Mabadi’ al islamiah fi Nazhariat at Taqwin fil- Muhasabah” disertasi doktor fak.Perdagangan Universitas Cairo,1959, diajukan oleh Syauqi Ismail Syhatah.

3. “At-Thanzim al-muhasibi lil Amwalil-Ammah fil-islam” tesis magister, fak Perdagangan  Universitas Al-Azhar,1972, diajukan oleh Mahmud al-Mursi Lasyien.”

b.      Kebangkitan Konsep Akuntansi Islam dalam Bidang Pembukuan.

Para inisiator konsep akuntansi islam kontemporer sangat memperhatikan usaha-usaha pembukuaan konsep itu . Hal ini dilakukan supaya orang-orang tertarik pada akuntansi dapat mengetahui kandungan konsep-konsep islam dan poko-pokok pikiran ilmiahnya yang sangat berharga, sehingga tidak lagi membutuhkan ide-ide dari luar atau mengikuti konsep Barat. Diantara karya-karya yang sudah selesai  adalah sebagai berikut:

1.Muhasabah Zakah Al-Maal ‘Ilman wa Amalan, karangan Dr Syauqi Ismail Syahatah( Kairo: Pustaka Anggola,1970).

2. At-Takalif wal –As’ar fil-Fikri Islami ,karangan Dr. Muhammad kamal Athiah(1997)

3. Muhasabah az-Zakah, karangan Dr. Husain Syahatah(Kairo:Persatuan Bank-Bank islam sedunia,1979).

c.       Kebangkitan Akuntansi dalam Seminar-Seminar dan Lembaga-Lembaga Riset.

Beberapa riset mengenai konsep Akuntansi islam telah di presentasikan dalam berbagai seminar dan diskusi ilmiah, dan telah berhasil menarik perhatian pakar akuntansi modern.Beberapa seminar tersebut adalah;

1. Muktamar Ekonomi Islam Internasional yang pertama, di Universitas Malik bim Abdul Aziz, Jeddah, pada 1976, dengan materi, “Peranan Konsep Finansial dan Akuntansi dalam Pelaksanaan Zakat.” Sebagai narasumber adalah Dr. Muhammad Said Abdus Salam.

2. Muktamar ‘ilmi kelima tentang peranan lembaga-lembaga sosial di Mesir untukmanajemen keungan, oleh Ikatan Pengusaha Mesir, pada tahun 1978, dengan materi’Pengawasan terhadap  Pengeluaran dalam Konsep Islam”. Narasumber Dr Husain Syahatah.

3. Muktamar ‘ilmi pertama untuk akuntansi, oleh Ikatan Pengusaha Mesir, pada tahun 1980, tentang “kaidah-kaidah dan dasar-dasar Akuntansi Islam”. Narasumber Dr. Husain Syahatah.

      Riset-riset ini dianggap sebagai terobosan baru yang belum pernah dihasilkan oleh muktamar-muktamar sebelumnya. Dan juga penafsiran-penafsiran sekaligus menjelaskan kepada peserta seminar bahwa islam itu mengandung poko-pokok dan undang-undang akuntansi yang belum dibahas dan diketahui oleh para pakar ilmu akuntansi konvensional.

d.      Kebangkitan Konsep akuntansi dalam Bidang Pengajaran di Sekolah-Sekolah dan Perguruan Tinggi.

Konsep akuntansi islam mulai ada di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi sejak tahun 1976 yaitu di Fakultas Perdagangan Universitas Al-Azhar untuk program pascasarjana, dalam mata kuliah Akuntansi perpajakan dan Evaluasi Akuntansi. Situasi ini terus berlanjut hingga tahun1978 dibuka beberapa juruisan dalam cabang-cabang ilmu akuntansi islam. Misalnya program S1 di fakultas Perdagangan Universitas Al-azhar dan Universitas Malik Abdul Aziz di Jeddah. Ini diawali dengan mengajarkan materi Penghitungan Zakat dan Undang-Undang Akuntansi dalam islam.       Pada tahun 1981 dibuka pula studi penghitungan zakat dan akuntansi menurut islam di Universitas Emirat Arab. Selanjutnya pada 1982 dibuka pula study yang sama di Universitas Ummul Qura di Mekah dan Universitas lainnya di seluruh dunia.

Materi lain yang harus dipelajari selain konsep akuntansi islam, yaitu seperti Ekonomi islam, Undang-undang Moneter dalam Islam, serta Manajemen yang islami. Materi-materi ini akan selalu mempengaruhi untuk membentuk kepribadian untuk bekerja dan berdagang sesuai dengan norma-norma dan akhlak islami.

Oleh karena itu didirikanlah lembaga-lembaga pendidikan ekonomi islam di sejumlah negara islam, seperti sebagai berikut;

1. Pusat Riset Ekonomi islam Internasional di Jeddah, pada 1982.

2. Lembaga Keuangan Islam di Universitas Al-azhar menyusul berdirinya     Fakultas  Perdagangan seblumnya di Universitas yang sama.

3. Dibukanya Jurusan ekonomi islam di beberapa Perguruan tinggi islam di beberapa Perguruan tinggi islam, diantaranya adalah:

                        Difakultas Syariah Universitas Riyadh, Arab Saudi.

                        Universitas Ummul Qura, Mekah Arab Saudi.

                        Al-Jamiah al islamiah di islamabad, Pakistan.

e.       Kebangkitan Konsep Akuntansi Islam dalam Aspek Implementasi.

Kebangkitan islam dibidang keuangan dan muamallah meliputi aspek implementasi. Ini terbukti dengan didirikannya beberapa lembaga keuangan yang  menerapkan kaidah-kaidah dan hukum hukum syariat, seperti lembaga keuangan islam, perusahaan asuransi islam, perusahaan investasi islam dan beberapa baitul maal wa tamwil islami. Telah didirikan pula bank islam pertama untuk transaksi dengan masyarakat di Dubai, Uni Emirat Arab, pada tahun 1975.Jelaslah bahwa perkembangan yang sangat baik dalam konsep akuntansi islam, baik di bidang riset, pengajaran, maupun implementasinya[4].

 Adapun Pendorong Munculnya Akuntansi Islam

      Adapun munculnya akuntansi islam di dorong oleh berbagai hal seperti:

1.      Meningkatnya Religiousty masyarakat.

2.      Meningkatnya tuntunan kepada etika dan tanggug jawab sosial yang selama ini tampak diabaikan oleh Akuntansi Konvensional.

3.      Semakin lambannya Akuntansi Konvensional mengantisipasi tuntunan masyarakat khususnya mengenai penekanan pada keadilan , kebenaran dan kejujuran.

4.      Kebangkitan umat islam khususnya kaum terpelajar yang meraskan kekurangan yang terdapat dalam kapitalisme barat. Kebangkitan Islam Baru terasa setelah beberapa negara yang yang penduduknya beragama islam, merdeka lima puluh tahun yang lalu seperti Mesir, Arab Saudi, India (Pakistan dan Bangladesh), Iran, Irak, Indonesia, Malaysia dan lain sebagainya mulai membangun SDM-nya.  Muncullah penduduk muslim yang terpelajar  yang mendapat ilmu dari Barat akibat  akulturasi ilmu sehingga menimbulkan kontradiksi  sehingga  merasakan perlunya digali keyakinan akan agama yang di anggap komperhensip, maka di pilihlah akuntansi islam.

5.      Perkembangan atau anatomi disiplin akuntansi itu sendiri.

6.      Kebutuhan akan sistem akuntansi dalam lembaga bisnis syariah seperti Bank, Asuransi, Trading dal lain, lain.

7.      Kebutuhan yang semakin besar pada norma perhitungan zakat dengan menggunakan norma akuntansi  yang sudah mapan sebagai dasar perhitungan.

8.      Kebutuhan akan pencatatan, pertanggung jawaban dan pengawasan harta umat mislany

 

Referensi : http://mepi-6.blogspot.com/2012/04/pengertian-akuntansi-syariah-dasar.html

PENGERTIAN AKUNTANSI SYARIAH

Standar

Akuntansi Syariah terdiri dari dua kata yaitu akuntansi dan syariah, oleh sebab itu dibawah ini akan dijelaskan mengenai pengertian dari akuntansi dan syariah.

 

A.    Pengertian Akuntansi

Akuntansi pada hakikatnya adalah system informasi, penentuan laba, pencatatan transaksi, yang sekaligus pertanggung jawaban.(accountability). Definisi dari Akuntansi adalah identifikasi transaksi yang kemudian diikuti dengan kegiatan pencatatan, penggolongan, serta pengikhtisaran transaksi tersebut sehingga menghasilkan laporan keuangan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Adapun pengertian akuntansi dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

a.       Muhasabah

Kata muhasabah tidak pernah ada dalam Al-Qur’an dalam bentuk masdar atau akar kata (muhasabah) tetapi yang ada hanyalah kata kerjanya yaitu hasaba, yaitu seperti firman Allah :

 

 Dan jika kamu melahirkan apa yang ada didalam hatimu ataui menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu”. Qs Al-Baqarah :284

 

Yang dimaksud dengan kata yuhaasibkum pada ayat tersebut yaitu perhitungan dihari kiamat kelak tentang pekerjaan manusia didunia, apakah itu kebaikan atau keburukan.

Kata hasaba, muhasabah, hisaba berarti perhitungan dan pembalasan, baik di dunia maupun di akhirat, sesuai dengan data-data dan catatan dalm buku amalan.

b.      Hisab

 Hisab dengan arti “perhitungan dan pendataan” seperti pada firman Allah dalam Qs. Yunus :5

…ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).

Yang dimaksud dengan kata al-hisab dalam ayat ini adalah”perhitungan dan pendataan waktu”.

 

 Hisab dengan arti “perhitungan dan pembalasan” seperti pada firman Allah

Dalam Qs. An-Nuur:39

“Dan didapatinya ketetapan Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungannya.”

Arti kata al-hisab dalam ayat itu adalah “perhitungan dan pembalasan” dihadapan Allah maupun dengan perantara ulil amri(pemimpin).

 

Hisab dengan arti”menanyai seseorang dengan mendebatnya di hari kiamat tentang perbuatannya didunia”  dam Qs. Ibrahim 41:

Ya tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab(hari kiamat).”

Arti kata al-hisab dalam ayat ini ialah “hari perhitungan, Tanya jawab dan pembalasan’

 

 Hisab dengan berarti “berinfak dan member secara mutlak tanpa sebab dan syarat”

Arti dari kata hisab dalam ayat  dalam Qs. Al Baqarah 212 adalah merasa cukup dengan karunia dan kelapangan rahmat, pemberian tanpa pujian, katan, serta tekanan.

c.       Al-Muhasib

Hasib artinya “pengawas” dalam Qs An nisa :6

 Hisab dengan arti hafiz(yang menjaga) dalam Qs. An nisa:86

 Hisab dengan arti muhasib (yang menghitung) Qs. Al-Israa: 14

d.      Hasibin

Hasibin artinya “menghitung” Qs Al-anam 62

 

Pengertian Muhasabah dalam konsep Islam

Muhasabah dengan arti pendataan, pembukuan, dan semakna dengan muasallah (perhitungan), perdebatan serta penentuan imbalan atau balasan seperti yang diterapkan dalam lembaga-lembaga Negara, baitu mal, Undang-undang wakaf, mudharabah dan serikat-serikat kerja.

 

B.     Pengertian Syariah

Definisi Syariah adalah aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWt untuk dipatuhi oleh manusia dalam menjalani segala aktivitas hidupnya di dunia. Jadi akuntansi syariah dapat diartikan  sebagai proses akuntansi atas transaksi-transaksi yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Dan pengertian Akuntansi Syariah adalah proses akuntansi atas transaksi yang sesuai dengan aturan yang telah diterapkan Allah SWT. Akuntansi syariah diperlukan untuk mendukung kegiatan yang harus dilakukan sesuai syariah, karena tidak mungkin dapat menerapkan akuntansi yang sesuai dengan syariah jika transaksi yang akan dicatat oleh proses akuntansi tersebut tidak sesuai dengan syariah. Untuk lebih mudah memahami akuntansi syariah, dibutuhkan pemahaman yang benar mengenai Islam berikut subtansi kehidupan manusia di dunia  menurut Islam serta ruang lingkup atau dasar-dasar Islam, yaitu: akidah, syariah, dan akhlak.