DASAR AKUNTANSI SYRIAH

Standar

           Secara historis literatur dikenal bahwa akuntansi lahir dari tangan seorang pendeta Italia yang bernama Lucas Pacioli yang ditulis dalam bukunya “Double entry accounting system”. Namun setelah dilakukan penelitian sejarah dan arkeologi ternyata banyak data yang membuktikan bahwa jauh sebelum penulisan buku itu sudah dikenal akuntansi. Karena bahwa matematika dan sistem angka sudah dikenal Islam sejak abad ke 9 M. Pengakuan tersebut berarti menyembunyikan beberapa kemajuan peradaban yang telah maju yaitu pada peradaban Islam.

            DR.Ali Shawki Ismail Shehata menjelaskan sejarah Islam menyatakan bahwa akuntansi dalam islam bukanlah merupakan seni dan ilmu yang baru, sebenarnya bisa dilihat dari peradaban islam yang pertama yang sudah memiliki “Baitul Maal” yang merupakan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai “Bendahara Negara ‘ serta menjamin kesejahteraan social. Muslim sejak itu telah memiliki jenis akuntansi yang diebutkan dalam karya tulis umat islam.

            Robert Arnold Russel  juga mengatakan bangsa arab telah lebih canggih dalam menerapkan metode akuntansi double entry yang mampu mencatat transaksi berdagang dan mampu mencatat posisi masing-masing agen dan mampu menggunakan modalnya untuk investasi(kegiatan) yang lebih menguntungkan.

            Kesimpulan dari berbagai fakta sejarah sudah cukup kuat untuk menyatakan bahwa akuntansi sudah dikenal pada masa kejayaan islam pada masa peradaban islam.

Permasalahannya adalah pemalsuan sejarah yang dilakukan beberapa oknum di Barat dan ketidakmampuan umat muslim untuk menggali khazanah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya sendiri. Akuntansi pada masa kelahiran feodalisme di Eropa mulai berkembang dan saling menopang dengan perkembangan ekonomi kapitalis. Akuntansi melakukan kegiatan pencatatan dan pemberian informasi bagi investor atau capitalist sehingga ia dapat mengawasi asset perusahaannya dan dapat mengembangkan modalnya hingga semakin meluas dan besar dari ideology  untuk memakmurkan rakyatnya. Ia memproduksi, mengolahnya dan memanfaatkannya untuk kepentingan yang dilaksanakannya secara rasional dan pertimbangan ekonomis.

            Sejarah peradaban Arab, nampak sekali besarnya perhatian Bangsa Arab pada akuntansi , seperti dalam hal berdagang membutuhkan  untuk mengetahui dan menghitung barang dagangannya,sejak mulai berdagang sampai pulang kembali.  Hitungan ini untuk mengetahui  perubahan-perubahan pada keuangannya, baik keuntungan maupun kerugian.

Selanjutnya berkembangnya negeri dan bertambahnya kabilah-kabilah ,masuknya imigran dari negara tetangga dan berkembangnya perdagangan serta timbulnya usaha-usaha intervensi perdagangan semakin kuatlah perhatian bangsa Arab pada pembukuan dagang untuk menjelaskan utang piutang. Orang-orang Yahudi pada waktu itu pun telah bisa menyimpan faktur dagang.

Adapun tujuan akuntansi pada bangsa Arab  yang berdagang keliling adalah untuk mengetahui perubahan jumlah aset, seperti untung dan rugi.  Dan untuk kalangan pedagang yang menetap yang mayoritas orang Yahudi, merka memakai akuntansi sebagai sarana untuk mengetahui utang piutang. Jadi konsep akuntansi  tersebut dilihat dari pembukuan yang berdasarkan metode penjumlahan statistik dengan aturan penjumlahan dan pengurangan.

Dengan demikian pada waktu itu terdapat  undang-undang akuntansi yang terpenting waktu itu ialah undang-undang akuntansi perorangan dan undang-undang akuntansi kelompok  (syirkah). Bahkan pada waktu itu dalam hal muamalah ada peraturan riba yang dalam hukum islam disebut “riba jahiliah”.

Sejarah Gagasan Akuntansi Islam

1.      Ideologi  Akuntansi islam sejak munculnya islam sampai abad ke 13 hijriah

Setelah muculnya islam di semenanjung Arab dibawah pimpinan Rasulullah saw dan terbentuknya  Daulah islamiah di Madinah, mulailah perhatian Rasullulah untuk  membersihkan muamalah   maaliah (keuangan) dari unsur-unsur riba dan dari segala bentu penipuan, pembodohan, perjudian, pemerasan,monopoli dan segala usaha untuk mengambil harta orang lain secara batil. Sehingga rasullah menekankan pada pencatatan keuangan dan mendidik secara khusus beberapa orang sahabat untuk menangani profesi ini dan diberi sebutan khusus yaitu hafhazatul amwal(pengawasan keuangan). Dan para sahabat rasul dan peimpin umat islam juga menaruh perhatian yang tinggi terhadap pembukuan akuntansi  yang memiliki tujuan untuk mengetahui utang-utang dan piutang serta keterangan perputaran uang , seperti  pemasukan dan pengeluaran. Juga berfungsi untuk merinci dan menghitung keuntungan dan kerugian serta menghitung harta keseluruhan untuk menentukan kadar zakat  yang harus dikeluarkan oleh masing-masing individu.

Perhatian untuk pembukuan ini masih berjalan sesuai dengan kaidah –kaidah islam di negara islam, sampai masuknya gerakan ghazwul fikri(perang ideologi, kebudayaan, dan ekonomi) ke mayoritas negara islam, terutama sekali setelah runtuhnya khilafah islamiyah.

2.      Ideologi Akuntansi islam setelah runtuhnya khilafah islamiyah, dan dominasi imprealisme ribawi terhadap  negeri-negeri islam hingga pertengahan abad ke 14 Hijriah.

Runtuhnya khilafah islamiah serta tidak adanya perhatian dari pemimpin- pemimpin islam untuk mensosialisasikan hukum islam, ditambah lagi dengan dijajahnya kebanyakan negara islam oleh negara-negara kuat seperti Inggris dan Perancis,  telah menimbulkan perubahan yang sangat mendasar pada muamalah keuangan.

Pada saat itu dipakailah sistem undang-undang ekonomi kapitalis dan sosialis yanng mengagantikan undang-undang ekonomi islam, serta masuknya aturan-aturan perserikatan asing dan lembaga-lembaga perdagangan yang berdiri di atas azas riba. Sebagai kelanjutannya di implementasikan aturan-aturan akuntansi Eropa. Sebagai contoh sekarang  sering menemukan buku-buku akuntansi konvensional ada yang bernama sistem akuntansi Inggris, sistem akuntansi Prancis, sistem akuntansi Amerika, dan lain-lain.

Para akuntan asing sekarang sudah menguasai semua segi akuntansi, baik bidang ideologi,aplikasi,maupun pengajaran. Sampai sekarang akuntansi masih dikuasai oleh non tenaga profesional ke luar  negeri untuk mempelajari pokok-pokok pikiran akuntansi barat, sehingga menghasilkan generasi- generasi yang hanya bekerja di lingkungan barat. 

3.      Ideologi akuntansi Islam di zaman modern (zaman kebangkitan konsep akuntansi islam).

Kebangkitan islam sedang memperhatikan bidang muamallah secara umum, dan bidang-bidang finansial   serta lembaga-lembaga keuangan.  Sekelompok pakar akuntansi muslim telah mengadakan riset dan studi-studi ilmiah tentang akuntansi  menut  islam.Berikut ini adalah sebagian usaha awal di masing-masing bidang:

a.       Kebangkitan Konsep Akuntansi Islam Baru dalam Bidang Riset.

Sudah terkumpul beberapa tesis magister serta disertai doctor dalam konsep akuntansi yang telah dimulai sejak 1950 da masih berlanjut sampai sekarang, dengan jumlah yang semakin banyak. Diantaranya adalah:

1.  “Nizham al-muhasabah li Dharabah az-Zakah  wal Dafatir al-mustama’lah fi    Baitil –maal” tesis magister, fak Perdagangan Universitas Cairo, 1950, di ajukan oleh Syauqi Ismail Syahatah”

2. “Al-Mabadi’ al islamiah fi Nazhariat at Taqwin fil- Muhasabah” disertasi doktor fak.Perdagangan Universitas Cairo,1959, diajukan oleh Syauqi Ismail Syhatah.

3. “At-Thanzim al-muhasibi lil Amwalil-Ammah fil-islam” tesis magister, fak Perdagangan  Universitas Al-Azhar,1972, diajukan oleh Mahmud al-Mursi Lasyien.”

b.      Kebangkitan Konsep Akuntansi Islam dalam Bidang Pembukuan.

Para inisiator konsep akuntansi islam kontemporer sangat memperhatikan usaha-usaha pembukuaan konsep itu . Hal ini dilakukan supaya orang-orang tertarik pada akuntansi dapat mengetahui kandungan konsep-konsep islam dan poko-pokok pikiran ilmiahnya yang sangat berharga, sehingga tidak lagi membutuhkan ide-ide dari luar atau mengikuti konsep Barat. Diantara karya-karya yang sudah selesai  adalah sebagai berikut:

1.Muhasabah Zakah Al-Maal ‘Ilman wa Amalan, karangan Dr Syauqi Ismail Syahatah( Kairo: Pustaka Anggola,1970).

2. At-Takalif wal –As’ar fil-Fikri Islami ,karangan Dr. Muhammad kamal Athiah(1997)

3. Muhasabah az-Zakah, karangan Dr. Husain Syahatah(Kairo:Persatuan Bank-Bank islam sedunia,1979).

c.       Kebangkitan Akuntansi dalam Seminar-Seminar dan Lembaga-Lembaga Riset.

Beberapa riset mengenai konsep Akuntansi islam telah di presentasikan dalam berbagai seminar dan diskusi ilmiah, dan telah berhasil menarik perhatian pakar akuntansi modern.Beberapa seminar tersebut adalah;

1. Muktamar Ekonomi Islam Internasional yang pertama, di Universitas Malik bim Abdul Aziz, Jeddah, pada 1976, dengan materi, “Peranan Konsep Finansial dan Akuntansi dalam Pelaksanaan Zakat.” Sebagai narasumber adalah Dr. Muhammad Said Abdus Salam.

2. Muktamar ‘ilmi kelima tentang peranan lembaga-lembaga sosial di Mesir untukmanajemen keungan, oleh Ikatan Pengusaha Mesir, pada tahun 1978, dengan materi’Pengawasan terhadap  Pengeluaran dalam Konsep Islam”. Narasumber Dr Husain Syahatah.

3. Muktamar ‘ilmi pertama untuk akuntansi, oleh Ikatan Pengusaha Mesir, pada tahun 1980, tentang “kaidah-kaidah dan dasar-dasar Akuntansi Islam”. Narasumber Dr. Husain Syahatah.

      Riset-riset ini dianggap sebagai terobosan baru yang belum pernah dihasilkan oleh muktamar-muktamar sebelumnya. Dan juga penafsiran-penafsiran sekaligus menjelaskan kepada peserta seminar bahwa islam itu mengandung poko-pokok dan undang-undang akuntansi yang belum dibahas dan diketahui oleh para pakar ilmu akuntansi konvensional.

d.      Kebangkitan Konsep akuntansi dalam Bidang Pengajaran di Sekolah-Sekolah dan Perguruan Tinggi.

Konsep akuntansi islam mulai ada di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi sejak tahun 1976 yaitu di Fakultas Perdagangan Universitas Al-Azhar untuk program pascasarjana, dalam mata kuliah Akuntansi perpajakan dan Evaluasi Akuntansi. Situasi ini terus berlanjut hingga tahun1978 dibuka beberapa juruisan dalam cabang-cabang ilmu akuntansi islam. Misalnya program S1 di fakultas Perdagangan Universitas Al-azhar dan Universitas Malik Abdul Aziz di Jeddah. Ini diawali dengan mengajarkan materi Penghitungan Zakat dan Undang-Undang Akuntansi dalam islam.       Pada tahun 1981 dibuka pula studi penghitungan zakat dan akuntansi menurut islam di Universitas Emirat Arab. Selanjutnya pada 1982 dibuka pula study yang sama di Universitas Ummul Qura di Mekah dan Universitas lainnya di seluruh dunia.

Materi lain yang harus dipelajari selain konsep akuntansi islam, yaitu seperti Ekonomi islam, Undang-undang Moneter dalam Islam, serta Manajemen yang islami. Materi-materi ini akan selalu mempengaruhi untuk membentuk kepribadian untuk bekerja dan berdagang sesuai dengan norma-norma dan akhlak islami.

Oleh karena itu didirikanlah lembaga-lembaga pendidikan ekonomi islam di sejumlah negara islam, seperti sebagai berikut;

1. Pusat Riset Ekonomi islam Internasional di Jeddah, pada 1982.

2. Lembaga Keuangan Islam di Universitas Al-azhar menyusul berdirinya     Fakultas  Perdagangan seblumnya di Universitas yang sama.

3. Dibukanya Jurusan ekonomi islam di beberapa Perguruan tinggi islam di beberapa Perguruan tinggi islam, diantaranya adalah:

                        Difakultas Syariah Universitas Riyadh, Arab Saudi.

                        Universitas Ummul Qura, Mekah Arab Saudi.

                        Al-Jamiah al islamiah di islamabad, Pakistan.

e.       Kebangkitan Konsep Akuntansi Islam dalam Aspek Implementasi.

Kebangkitan islam dibidang keuangan dan muamallah meliputi aspek implementasi. Ini terbukti dengan didirikannya beberapa lembaga keuangan yang  menerapkan kaidah-kaidah dan hukum hukum syariat, seperti lembaga keuangan islam, perusahaan asuransi islam, perusahaan investasi islam dan beberapa baitul maal wa tamwil islami. Telah didirikan pula bank islam pertama untuk transaksi dengan masyarakat di Dubai, Uni Emirat Arab, pada tahun 1975.Jelaslah bahwa perkembangan yang sangat baik dalam konsep akuntansi islam, baik di bidang riset, pengajaran, maupun implementasinya[4].

 Adapun Pendorong Munculnya Akuntansi Islam

      Adapun munculnya akuntansi islam di dorong oleh berbagai hal seperti:

1.      Meningkatnya Religiousty masyarakat.

2.      Meningkatnya tuntunan kepada etika dan tanggug jawab sosial yang selama ini tampak diabaikan oleh Akuntansi Konvensional.

3.      Semakin lambannya Akuntansi Konvensional mengantisipasi tuntunan masyarakat khususnya mengenai penekanan pada keadilan , kebenaran dan kejujuran.

4.      Kebangkitan umat islam khususnya kaum terpelajar yang meraskan kekurangan yang terdapat dalam kapitalisme barat. Kebangkitan Islam Baru terasa setelah beberapa negara yang yang penduduknya beragama islam, merdeka lima puluh tahun yang lalu seperti Mesir, Arab Saudi, India (Pakistan dan Bangladesh), Iran, Irak, Indonesia, Malaysia dan lain sebagainya mulai membangun SDM-nya.  Muncullah penduduk muslim yang terpelajar  yang mendapat ilmu dari Barat akibat  akulturasi ilmu sehingga menimbulkan kontradiksi  sehingga  merasakan perlunya digali keyakinan akan agama yang di anggap komperhensip, maka di pilihlah akuntansi islam.

5.      Perkembangan atau anatomi disiplin akuntansi itu sendiri.

6.      Kebutuhan akan sistem akuntansi dalam lembaga bisnis syariah seperti Bank, Asuransi, Trading dal lain, lain.

7.      Kebutuhan yang semakin besar pada norma perhitungan zakat dengan menggunakan norma akuntansi  yang sudah mapan sebagai dasar perhitungan.

8.      Kebutuhan akan pencatatan, pertanggung jawaban dan pengawasan harta umat mislany

 

Referensi : http://mepi-6.blogspot.com/2012/04/pengertian-akuntansi-syariah-dasar.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s