Monthly Archives: Maret 2014

JENIS-JENIS AKUNTANSI DALAM ISLAM

Standar

A.    Akuntansi Murabahah

Murabahah adalah akad jual beli atas suatu barang, dengan harga yang disepakati antara penjual dan pembeli, setelah sebelumnya penjual menyebutka dengan sebenarnya harga perolehan atas barang tersebut dan besarnnya keuntungan yang diperolehnya.

Murabahah (al-bai’ bi tsaman ajil) lebih dikenal sebagai murabahah saja. Murabahah, yang berasal dari kata ribhu (keuntungan), adalah transaksi jual-beli dimana bank menyebut jumlah keuntungannya. Bank bertindak sebagai penjual, sementara nasabah sebagai pembeli. Harga jual adalah harga beli bank dari pemasok ditambah keuntungan (margin).[1][2] Dalam produk ini terjadi transaksi jual beli antara pembeli (nasabah) dan penjual (bank). Bank dalam hal ini membelikan barang yang dibutuhkan nasabah (nasabah yang menentukan spesifiksinya) dan menjualnya kepada nasabah denga harga plus keuntungan. Jadi dari produk ini bank menerima laba atas jual beli. Harga pokoknya sama-sama diketahui dua belah pihak.

Kedua bela pihak harus menyepakati harga jual dan jangka waktu pembayaran. Harga jual dicantumkan dalam akad jual beli dan jika telah disepakati tidak dapat berubah selama berlakunnya akad. Dalam perbankan murabahah selalu dilakukan dengan cara pembayaran cicilan(bi tsaman ajil atau muajjal). Dalam transaksi ini barang diserahkan segera setelah akad , sedangkan pembayaran dilaakukan secara tangguh/ cicilan.

 

  1. Akuntansi Mudharabah

Mudharabah berasal dari kata adh-dharbu fil ardhi, yaitu berjalan di muka bumi. Dan berjalan di muka bumi ini pada umumnya dilakukan dalam rangka menjalankan suatu usaha, atau berdagang. Disebut juga qiradh yang berasal dari kata al-qardhu yang berarti potongan, karena pemilik memotong sebagain hartanya untuk diperdagangkan dan memperolah sebagian keuntungan. Kadang-kadang juga dinamakan dengan muqaradhah yang berarti sama-sama memiliki hak untuk mendapatkan laba karena si pemilik modal memberikan modalnya sementara pengusaha meniagakannya dan keduanya sama-sama berbagi keuntunga.

Sedangkan secara istilah, mudharabah adalah akad penyerahan modal oleh pemilik modal kepada pengelola untuk diperdagangkan dan keuntungan dimiliki bersama antara keduanya sesuai dengan persyaratan yang mereka buat. Adapun sacara teknis, Antonio (2001) mendefinisikan mudharabah sebagai akad kerja sama usaha antara dua pihak di mana salah satu pihak menyediakan seluruh (100%) modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola.

Kemudian berdasarkan PSAK 105 mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak di mana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola, dan keuntungan dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pemilik dana.

Dalam mudharabah unsur terpenting adalah kepercayaan, yaitu kepercayaan dari pemilik dana kepada pengelola dana. Kepercayaan itu penting karena dalam akad mudharabah, pemilik dana tidak boleh ikut campur di dalam manajemen perusahaan atau proyek yang dibiayai dengan dana pemilik dana tersebut. Kecuali sebatas memberikan saran dan melakukan pengawasan pada pengelola dana. Sedangkan apabila usaha tersebut mengalami kerugian yang mengakibatkan sebagian atau mungkin seluruh modal yang ditanam oleh pemilik dana itu habis maka yang menanggung kerugian adalah pemilik dana. Namun jika kerugian terjadi karena kelalaian pengelola, maka pengelola harus menanggung sendiri.

Dari beberapa penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa mudharabah adalah akad kerja sama antara pemilik dana dan pengelola dana dalam mendirikan usaha tertentu untuk saling menguntungkan. Di mana besarnya proporsi bagi hasil berdasarkan kesepakatan bersama.

 

  1. Akuntansi Ijarah

Ijarah  adadalah pemindahan hak guna atas suatu barang dan atau jasa atas pembayaran upah sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri dengan perkataan lain ijarah adalah mengambil manfaat atas suatu barang  dengan jalan  penggantian sewa atas upah sejumlah tertentu

Menurut sayyiq sabiq dalam fikih sunnah , al ijarah berasal dari kata  alajru yang berarti ganti  atau kompensasi.ijarah sendiri dimaksudkan untuk mengambil suatu manfaat atas suatu barang atau jasa dengan jalan penggantian sewa atau juga upah.

Asset yang disewakan (obyek ijarah ) dapat berupa mobil , rumah perlatan dan sebagainya . karena yang ditrnsfer adalah manfaat dari suatu asset maka segala sesuatu yang dapat di transfer manfaatnya dapat menjadi obyek ijarah . dengan demikian ,barang yang dapat habis dikonsumsi tidak dapat menjadi obyek ijarah ,karena mengambil manfaatnya berarti memilikinya .bentuk lain dari oyek ijarah adalah manfaat dari suatu jasa yang berasal dari suatu karya atau dari pekerjaan seseorang .

 

  1. Akuntansi Istihsna

Bai’al istishna’ atau disebut dengan akad istishna’ adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan  (pembeli/mustashni’) dan penjual (pembuat/shani’)­. Istishna’ paralel adalah suatu bentuk akad istishna’ antara pemesan (pembeli/ mustashni’) dengan penjual (pembuat/shani’)­, kemudian untuk memenuhi kewajibannya kepada mustashni’, penjual memerlukan pihak lain sebagai shani’.


 

Iklan

DASAR AKUNTANSI SYRIAH

Standar

           Secara historis literatur dikenal bahwa akuntansi lahir dari tangan seorang pendeta Italia yang bernama Lucas Pacioli yang ditulis dalam bukunya “Double entry accounting system”. Namun setelah dilakukan penelitian sejarah dan arkeologi ternyata banyak data yang membuktikan bahwa jauh sebelum penulisan buku itu sudah dikenal akuntansi. Karena bahwa matematika dan sistem angka sudah dikenal Islam sejak abad ke 9 M. Pengakuan tersebut berarti menyembunyikan beberapa kemajuan peradaban yang telah maju yaitu pada peradaban Islam.

            DR.Ali Shawki Ismail Shehata menjelaskan sejarah Islam menyatakan bahwa akuntansi dalam islam bukanlah merupakan seni dan ilmu yang baru, sebenarnya bisa dilihat dari peradaban islam yang pertama yang sudah memiliki “Baitul Maal” yang merupakan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai “Bendahara Negara ‘ serta menjamin kesejahteraan social. Muslim sejak itu telah memiliki jenis akuntansi yang diebutkan dalam karya tulis umat islam.

            Robert Arnold Russel  juga mengatakan bangsa arab telah lebih canggih dalam menerapkan metode akuntansi double entry yang mampu mencatat transaksi berdagang dan mampu mencatat posisi masing-masing agen dan mampu menggunakan modalnya untuk investasi(kegiatan) yang lebih menguntungkan.

            Kesimpulan dari berbagai fakta sejarah sudah cukup kuat untuk menyatakan bahwa akuntansi sudah dikenal pada masa kejayaan islam pada masa peradaban islam.

Permasalahannya adalah pemalsuan sejarah yang dilakukan beberapa oknum di Barat dan ketidakmampuan umat muslim untuk menggali khazanah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya sendiri. Akuntansi pada masa kelahiran feodalisme di Eropa mulai berkembang dan saling menopang dengan perkembangan ekonomi kapitalis. Akuntansi melakukan kegiatan pencatatan dan pemberian informasi bagi investor atau capitalist sehingga ia dapat mengawasi asset perusahaannya dan dapat mengembangkan modalnya hingga semakin meluas dan besar dari ideology  untuk memakmurkan rakyatnya. Ia memproduksi, mengolahnya dan memanfaatkannya untuk kepentingan yang dilaksanakannya secara rasional dan pertimbangan ekonomis.

            Sejarah peradaban Arab, nampak sekali besarnya perhatian Bangsa Arab pada akuntansi , seperti dalam hal berdagang membutuhkan  untuk mengetahui dan menghitung barang dagangannya,sejak mulai berdagang sampai pulang kembali.  Hitungan ini untuk mengetahui  perubahan-perubahan pada keuangannya, baik keuntungan maupun kerugian.

Selanjutnya berkembangnya negeri dan bertambahnya kabilah-kabilah ,masuknya imigran dari negara tetangga dan berkembangnya perdagangan serta timbulnya usaha-usaha intervensi perdagangan semakin kuatlah perhatian bangsa Arab pada pembukuan dagang untuk menjelaskan utang piutang. Orang-orang Yahudi pada waktu itu pun telah bisa menyimpan faktur dagang.

Adapun tujuan akuntansi pada bangsa Arab  yang berdagang keliling adalah untuk mengetahui perubahan jumlah aset, seperti untung dan rugi.  Dan untuk kalangan pedagang yang menetap yang mayoritas orang Yahudi, merka memakai akuntansi sebagai sarana untuk mengetahui utang piutang. Jadi konsep akuntansi  tersebut dilihat dari pembukuan yang berdasarkan metode penjumlahan statistik dengan aturan penjumlahan dan pengurangan.

Dengan demikian pada waktu itu terdapat  undang-undang akuntansi yang terpenting waktu itu ialah undang-undang akuntansi perorangan dan undang-undang akuntansi kelompok  (syirkah). Bahkan pada waktu itu dalam hal muamalah ada peraturan riba yang dalam hukum islam disebut “riba jahiliah”.

Sejarah Gagasan Akuntansi Islam

1.      Ideologi  Akuntansi islam sejak munculnya islam sampai abad ke 13 hijriah

Setelah muculnya islam di semenanjung Arab dibawah pimpinan Rasulullah saw dan terbentuknya  Daulah islamiah di Madinah, mulailah perhatian Rasullulah untuk  membersihkan muamalah   maaliah (keuangan) dari unsur-unsur riba dan dari segala bentu penipuan, pembodohan, perjudian, pemerasan,monopoli dan segala usaha untuk mengambil harta orang lain secara batil. Sehingga rasullah menekankan pada pencatatan keuangan dan mendidik secara khusus beberapa orang sahabat untuk menangani profesi ini dan diberi sebutan khusus yaitu hafhazatul amwal(pengawasan keuangan). Dan para sahabat rasul dan peimpin umat islam juga menaruh perhatian yang tinggi terhadap pembukuan akuntansi  yang memiliki tujuan untuk mengetahui utang-utang dan piutang serta keterangan perputaran uang , seperti  pemasukan dan pengeluaran. Juga berfungsi untuk merinci dan menghitung keuntungan dan kerugian serta menghitung harta keseluruhan untuk menentukan kadar zakat  yang harus dikeluarkan oleh masing-masing individu.

Perhatian untuk pembukuan ini masih berjalan sesuai dengan kaidah –kaidah islam di negara islam, sampai masuknya gerakan ghazwul fikri(perang ideologi, kebudayaan, dan ekonomi) ke mayoritas negara islam, terutama sekali setelah runtuhnya khilafah islamiyah.

2.      Ideologi Akuntansi islam setelah runtuhnya khilafah islamiyah, dan dominasi imprealisme ribawi terhadap  negeri-negeri islam hingga pertengahan abad ke 14 Hijriah.

Runtuhnya khilafah islamiah serta tidak adanya perhatian dari pemimpin- pemimpin islam untuk mensosialisasikan hukum islam, ditambah lagi dengan dijajahnya kebanyakan negara islam oleh negara-negara kuat seperti Inggris dan Perancis,  telah menimbulkan perubahan yang sangat mendasar pada muamalah keuangan.

Pada saat itu dipakailah sistem undang-undang ekonomi kapitalis dan sosialis yanng mengagantikan undang-undang ekonomi islam, serta masuknya aturan-aturan perserikatan asing dan lembaga-lembaga perdagangan yang berdiri di atas azas riba. Sebagai kelanjutannya di implementasikan aturan-aturan akuntansi Eropa. Sebagai contoh sekarang  sering menemukan buku-buku akuntansi konvensional ada yang bernama sistem akuntansi Inggris, sistem akuntansi Prancis, sistem akuntansi Amerika, dan lain-lain.

Para akuntan asing sekarang sudah menguasai semua segi akuntansi, baik bidang ideologi,aplikasi,maupun pengajaran. Sampai sekarang akuntansi masih dikuasai oleh non tenaga profesional ke luar  negeri untuk mempelajari pokok-pokok pikiran akuntansi barat, sehingga menghasilkan generasi- generasi yang hanya bekerja di lingkungan barat. 

3.      Ideologi akuntansi Islam di zaman modern (zaman kebangkitan konsep akuntansi islam).

Kebangkitan islam sedang memperhatikan bidang muamallah secara umum, dan bidang-bidang finansial   serta lembaga-lembaga keuangan.  Sekelompok pakar akuntansi muslim telah mengadakan riset dan studi-studi ilmiah tentang akuntansi  menut  islam.Berikut ini adalah sebagian usaha awal di masing-masing bidang:

a.       Kebangkitan Konsep Akuntansi Islam Baru dalam Bidang Riset.

Sudah terkumpul beberapa tesis magister serta disertai doctor dalam konsep akuntansi yang telah dimulai sejak 1950 da masih berlanjut sampai sekarang, dengan jumlah yang semakin banyak. Diantaranya adalah:

1.  “Nizham al-muhasabah li Dharabah az-Zakah  wal Dafatir al-mustama’lah fi    Baitil –maal” tesis magister, fak Perdagangan Universitas Cairo, 1950, di ajukan oleh Syauqi Ismail Syahatah”

2. “Al-Mabadi’ al islamiah fi Nazhariat at Taqwin fil- Muhasabah” disertasi doktor fak.Perdagangan Universitas Cairo,1959, diajukan oleh Syauqi Ismail Syhatah.

3. “At-Thanzim al-muhasibi lil Amwalil-Ammah fil-islam” tesis magister, fak Perdagangan  Universitas Al-Azhar,1972, diajukan oleh Mahmud al-Mursi Lasyien.”

b.      Kebangkitan Konsep Akuntansi Islam dalam Bidang Pembukuan.

Para inisiator konsep akuntansi islam kontemporer sangat memperhatikan usaha-usaha pembukuaan konsep itu . Hal ini dilakukan supaya orang-orang tertarik pada akuntansi dapat mengetahui kandungan konsep-konsep islam dan poko-pokok pikiran ilmiahnya yang sangat berharga, sehingga tidak lagi membutuhkan ide-ide dari luar atau mengikuti konsep Barat. Diantara karya-karya yang sudah selesai  adalah sebagai berikut:

1.Muhasabah Zakah Al-Maal ‘Ilman wa Amalan, karangan Dr Syauqi Ismail Syahatah( Kairo: Pustaka Anggola,1970).

2. At-Takalif wal –As’ar fil-Fikri Islami ,karangan Dr. Muhammad kamal Athiah(1997)

3. Muhasabah az-Zakah, karangan Dr. Husain Syahatah(Kairo:Persatuan Bank-Bank islam sedunia,1979).

c.       Kebangkitan Akuntansi dalam Seminar-Seminar dan Lembaga-Lembaga Riset.

Beberapa riset mengenai konsep Akuntansi islam telah di presentasikan dalam berbagai seminar dan diskusi ilmiah, dan telah berhasil menarik perhatian pakar akuntansi modern.Beberapa seminar tersebut adalah;

1. Muktamar Ekonomi Islam Internasional yang pertama, di Universitas Malik bim Abdul Aziz, Jeddah, pada 1976, dengan materi, “Peranan Konsep Finansial dan Akuntansi dalam Pelaksanaan Zakat.” Sebagai narasumber adalah Dr. Muhammad Said Abdus Salam.

2. Muktamar ‘ilmi kelima tentang peranan lembaga-lembaga sosial di Mesir untukmanajemen keungan, oleh Ikatan Pengusaha Mesir, pada tahun 1978, dengan materi’Pengawasan terhadap  Pengeluaran dalam Konsep Islam”. Narasumber Dr Husain Syahatah.

3. Muktamar ‘ilmi pertama untuk akuntansi, oleh Ikatan Pengusaha Mesir, pada tahun 1980, tentang “kaidah-kaidah dan dasar-dasar Akuntansi Islam”. Narasumber Dr. Husain Syahatah.

      Riset-riset ini dianggap sebagai terobosan baru yang belum pernah dihasilkan oleh muktamar-muktamar sebelumnya. Dan juga penafsiran-penafsiran sekaligus menjelaskan kepada peserta seminar bahwa islam itu mengandung poko-pokok dan undang-undang akuntansi yang belum dibahas dan diketahui oleh para pakar ilmu akuntansi konvensional.

d.      Kebangkitan Konsep akuntansi dalam Bidang Pengajaran di Sekolah-Sekolah dan Perguruan Tinggi.

Konsep akuntansi islam mulai ada di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi sejak tahun 1976 yaitu di Fakultas Perdagangan Universitas Al-Azhar untuk program pascasarjana, dalam mata kuliah Akuntansi perpajakan dan Evaluasi Akuntansi. Situasi ini terus berlanjut hingga tahun1978 dibuka beberapa juruisan dalam cabang-cabang ilmu akuntansi islam. Misalnya program S1 di fakultas Perdagangan Universitas Al-azhar dan Universitas Malik Abdul Aziz di Jeddah. Ini diawali dengan mengajarkan materi Penghitungan Zakat dan Undang-Undang Akuntansi dalam islam.       Pada tahun 1981 dibuka pula studi penghitungan zakat dan akuntansi menurut islam di Universitas Emirat Arab. Selanjutnya pada 1982 dibuka pula study yang sama di Universitas Ummul Qura di Mekah dan Universitas lainnya di seluruh dunia.

Materi lain yang harus dipelajari selain konsep akuntansi islam, yaitu seperti Ekonomi islam, Undang-undang Moneter dalam Islam, serta Manajemen yang islami. Materi-materi ini akan selalu mempengaruhi untuk membentuk kepribadian untuk bekerja dan berdagang sesuai dengan norma-norma dan akhlak islami.

Oleh karena itu didirikanlah lembaga-lembaga pendidikan ekonomi islam di sejumlah negara islam, seperti sebagai berikut;

1. Pusat Riset Ekonomi islam Internasional di Jeddah, pada 1982.

2. Lembaga Keuangan Islam di Universitas Al-azhar menyusul berdirinya     Fakultas  Perdagangan seblumnya di Universitas yang sama.

3. Dibukanya Jurusan ekonomi islam di beberapa Perguruan tinggi islam di beberapa Perguruan tinggi islam, diantaranya adalah:

                        Difakultas Syariah Universitas Riyadh, Arab Saudi.

                        Universitas Ummul Qura, Mekah Arab Saudi.

                        Al-Jamiah al islamiah di islamabad, Pakistan.

e.       Kebangkitan Konsep Akuntansi Islam dalam Aspek Implementasi.

Kebangkitan islam dibidang keuangan dan muamallah meliputi aspek implementasi. Ini terbukti dengan didirikannya beberapa lembaga keuangan yang  menerapkan kaidah-kaidah dan hukum hukum syariat, seperti lembaga keuangan islam, perusahaan asuransi islam, perusahaan investasi islam dan beberapa baitul maal wa tamwil islami. Telah didirikan pula bank islam pertama untuk transaksi dengan masyarakat di Dubai, Uni Emirat Arab, pada tahun 1975.Jelaslah bahwa perkembangan yang sangat baik dalam konsep akuntansi islam, baik di bidang riset, pengajaran, maupun implementasinya[4].

 Adapun Pendorong Munculnya Akuntansi Islam

      Adapun munculnya akuntansi islam di dorong oleh berbagai hal seperti:

1.      Meningkatnya Religiousty masyarakat.

2.      Meningkatnya tuntunan kepada etika dan tanggug jawab sosial yang selama ini tampak diabaikan oleh Akuntansi Konvensional.

3.      Semakin lambannya Akuntansi Konvensional mengantisipasi tuntunan masyarakat khususnya mengenai penekanan pada keadilan , kebenaran dan kejujuran.

4.      Kebangkitan umat islam khususnya kaum terpelajar yang meraskan kekurangan yang terdapat dalam kapitalisme barat. Kebangkitan Islam Baru terasa setelah beberapa negara yang yang penduduknya beragama islam, merdeka lima puluh tahun yang lalu seperti Mesir, Arab Saudi, India (Pakistan dan Bangladesh), Iran, Irak, Indonesia, Malaysia dan lain sebagainya mulai membangun SDM-nya.  Muncullah penduduk muslim yang terpelajar  yang mendapat ilmu dari Barat akibat  akulturasi ilmu sehingga menimbulkan kontradiksi  sehingga  merasakan perlunya digali keyakinan akan agama yang di anggap komperhensip, maka di pilihlah akuntansi islam.

5.      Perkembangan atau anatomi disiplin akuntansi itu sendiri.

6.      Kebutuhan akan sistem akuntansi dalam lembaga bisnis syariah seperti Bank, Asuransi, Trading dal lain, lain.

7.      Kebutuhan yang semakin besar pada norma perhitungan zakat dengan menggunakan norma akuntansi  yang sudah mapan sebagai dasar perhitungan.

8.      Kebutuhan akan pencatatan, pertanggung jawaban dan pengawasan harta umat mislany

 

Referensi : http://mepi-6.blogspot.com/2012/04/pengertian-akuntansi-syariah-dasar.html

PENGERTIAN AKUNTANSI SYARIAH

Standar

Akuntansi Syariah terdiri dari dua kata yaitu akuntansi dan syariah, oleh sebab itu dibawah ini akan dijelaskan mengenai pengertian dari akuntansi dan syariah.

 

A.    Pengertian Akuntansi

Akuntansi pada hakikatnya adalah system informasi, penentuan laba, pencatatan transaksi, yang sekaligus pertanggung jawaban.(accountability). Definisi dari Akuntansi adalah identifikasi transaksi yang kemudian diikuti dengan kegiatan pencatatan, penggolongan, serta pengikhtisaran transaksi tersebut sehingga menghasilkan laporan keuangan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Adapun pengertian akuntansi dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

a.       Muhasabah

Kata muhasabah tidak pernah ada dalam Al-Qur’an dalam bentuk masdar atau akar kata (muhasabah) tetapi yang ada hanyalah kata kerjanya yaitu hasaba, yaitu seperti firman Allah :

 

 Dan jika kamu melahirkan apa yang ada didalam hatimu ataui menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu”. Qs Al-Baqarah :284

 

Yang dimaksud dengan kata yuhaasibkum pada ayat tersebut yaitu perhitungan dihari kiamat kelak tentang pekerjaan manusia didunia, apakah itu kebaikan atau keburukan.

Kata hasaba, muhasabah, hisaba berarti perhitungan dan pembalasan, baik di dunia maupun di akhirat, sesuai dengan data-data dan catatan dalm buku amalan.

b.      Hisab

 Hisab dengan arti “perhitungan dan pendataan” seperti pada firman Allah dalam Qs. Yunus :5

…ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).

Yang dimaksud dengan kata al-hisab dalam ayat ini adalah”perhitungan dan pendataan waktu”.

 

 Hisab dengan arti “perhitungan dan pembalasan” seperti pada firman Allah

Dalam Qs. An-Nuur:39

“Dan didapatinya ketetapan Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungannya.”

Arti kata al-hisab dalam ayat itu adalah “perhitungan dan pembalasan” dihadapan Allah maupun dengan perantara ulil amri(pemimpin).

 

Hisab dengan arti”menanyai seseorang dengan mendebatnya di hari kiamat tentang perbuatannya didunia”  dam Qs. Ibrahim 41:

Ya tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab(hari kiamat).”

Arti kata al-hisab dalam ayat ini ialah “hari perhitungan, Tanya jawab dan pembalasan’

 

 Hisab dengan berarti “berinfak dan member secara mutlak tanpa sebab dan syarat”

Arti dari kata hisab dalam ayat  dalam Qs. Al Baqarah 212 adalah merasa cukup dengan karunia dan kelapangan rahmat, pemberian tanpa pujian, katan, serta tekanan.

c.       Al-Muhasib

Hasib artinya “pengawas” dalam Qs An nisa :6

 Hisab dengan arti hafiz(yang menjaga) dalam Qs. An nisa:86

 Hisab dengan arti muhasib (yang menghitung) Qs. Al-Israa: 14

d.      Hasibin

Hasibin artinya “menghitung” Qs Al-anam 62

 

Pengertian Muhasabah dalam konsep Islam

Muhasabah dengan arti pendataan, pembukuan, dan semakna dengan muasallah (perhitungan), perdebatan serta penentuan imbalan atau balasan seperti yang diterapkan dalam lembaga-lembaga Negara, baitu mal, Undang-undang wakaf, mudharabah dan serikat-serikat kerja.

 

B.     Pengertian Syariah

Definisi Syariah adalah aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWt untuk dipatuhi oleh manusia dalam menjalani segala aktivitas hidupnya di dunia. Jadi akuntansi syariah dapat diartikan  sebagai proses akuntansi atas transaksi-transaksi yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Dan pengertian Akuntansi Syariah adalah proses akuntansi atas transaksi yang sesuai dengan aturan yang telah diterapkan Allah SWT. Akuntansi syariah diperlukan untuk mendukung kegiatan yang harus dilakukan sesuai syariah, karena tidak mungkin dapat menerapkan akuntansi yang sesuai dengan syariah jika transaksi yang akan dicatat oleh proses akuntansi tersebut tidak sesuai dengan syariah. Untuk lebih mudah memahami akuntansi syariah, dibutuhkan pemahaman yang benar mengenai Islam berikut subtansi kehidupan manusia di dunia  menurut Islam serta ruang lingkup atau dasar-dasar Islam, yaitu: akidah, syariah, dan akhlak.