AUDIT DAN NORMA PEMERIKSAAN AKUNTAN

Standar

 

1.      JENIS AUDIT

Audit keuangan kadang-kadang tidak dimaksudkan mengeluarkan pendapat atas kewajaran laporan keuangan berdasarkan PAI, sesuaidengan yang diatur dalam norma pemeriksaan akuntan. Contoh pemeriksaan ini adalah sebagai berikut:

 

a.       Audit for Goverment Institions (pemeriksa lembaga pemerintah) 

b.      Operation Audit

c.        Management Audit

d.       Performance Audit

e.        Social Audit

f.         Special Audit (audit khusus)

 

Audit jenis ini mesti tunduk pada NPA yang ditetapkan olehorganisasi profesi. Namun, NPA tersebut dapat dipakai sebagai pedomandalam pelaksanaannya.

Audit khusus misalnya menyangkut pemeriksaan terhadapanggaran perusahaan, pemeriksaan untuk meneliti apakah perusahaanmenerapkan anggaran atau tidak. Dalam keadaan seperti ini maka norma pemeriksaan lapangan dan norma pelaporan mungkin harus berbeda darinorma pemeriksaan akuntan yang biasa.

 

2.      PEMERIKSAAN ATAS LEMBAGA PEMERINTAH

 

a.       General Accounting office (GAO)

Di Amerika ada lembaga pemeriksa yang bernaung di bawahlembaga legislatif dalam pemerintahan federal. Lembaga GAO ini bertugas melakukan pemeriksaan terhadap lembaga-lembaga pemerintahan dan lembaga lainnya yang menggunakan dana pemerintah.

Dalam pemeriksaannya GAO memiliki norma pemeriksa khusus disamping norma pemeriksaan akuntan yang dipakai oleh AICPA.Dalam norma pemeriksaan AICPA, norma pemeriksaan GAO inidimasukan dalam SAS terkecuali norma yang diumumkan tidak  berlaku. Norma pemeriksaan GAO dibagi dalam kategori sebagai berikut.

 

1).  Luas Audit

Luas audit tehadap lembaga pemerintahan, baik program kegiatanmaupun fungsi yang diperluas harus mencakup hal-hal berikut.

 

a.       Financial and complience. Norma ini mewujudkan pemeriksaan tentang:

  • apakah laporan keuangan dari lembaga yang diperiksamenyajikan secara wajar posisi keuangan akuntansi yang berlaku; dan
  • apakah lembaga tersebut telah menyesuaikan kegiatannyadengan undang-undang dan peraturan yang mungkinmempunyai pengaruh material terhadap laporan keuangan.

 

b.       Ekonomi dan efesiensi. Norma ini mewajibkan pemeriksaantentang:

 

  • apakah lembaga telah dikelola dan menggunakan segalasumber-sumber kekayaannya (seperti pegawai, kekayaan,ruang) secara ekonomis dan efesiensi;
  •  penyebab praktek-praktek yang tidak efisien dan tidak ekonomis; dan
  • apakah lembaga tersebut telah mematuhi UU dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan masalahekonomi dan efisiensi.

 

c.        Program result.norma ini mewajibkan pemeriksaan tentang:

 

  • apakah hasil yang diharapkan atau keuntungan yangdigariskan oleh legislatif atau badan yang berwenanglainnya tercapai; dan
  • apakah lembaga tersebut telah mempertimbangkanalternatif-alternatif yang mungkin ada yang biayanya lebih rendah.

 

                    2). Norma Umum

 

a.       Kualifikasi. Auditor yang ditugaskan untuk melaksanakan auditharus secara  kolektif memiliki keahlian profesional untuk melaksanakan tugas yang dibebankan. 

b.      Independensi. Dalam setiap hal yang menyangkut kegiatanaudit, tim audit apakah pemerintah atau swasta, harus bebasdari hal-hal yang mengurangi independensi baik personalmaupun ekstern. Secara organisasi mereka harus independendan harus memelihara sikap dan penampilan yang independen.

c.       Memelihara sifat kehatian-hatian secara profesional. Kehati-hatian profesional harus dibantu dalam melaksanakan audit dandalam menyajikan laporan.

d.      Pembatasan. Apakah terjadi pembatasan audit atau campur tangan terhadap kemampuan auditor dalam mengambilkesimpulan dan menarik pendapat yang berasal dari faktor ekstern, maka auditor harus mencoba untuk menghindari pembatasan itu atau jika tidak berhasil laporan pembatasantersebut kepada yang berwenang.

 

3). Pemeriksaan dan Penilaian (Pemeriksaan Lapangan) dan NormaLaporan untuk     Audit Keuangan dan Kesesuaian.

 Norma pemeriksaan AICPA untuk pemeriksaan laporan dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam audit keuangan dan kesesuaian lembaga pemerintah ini. Demikian juga norma-norma yang akan dikeluarkannya kecuali dinyatakan secara resmi tidak termasuk. 

Norma tambahan dan persyaratan-persyaratan auditkeuangan dan kesesuaian untuk lembaga pemerintah.

 

a.        Norma Pemeriksaan dan Penilaian

  • Perencanaan menjadi persyaratan yagn diperlukan dari setiap anggota instansi pemerintah.
  • Pemeriksaan dilakukan atas ketaatan terhadap undang-undang dan peraturan.
  • Catatan tertulis yang dikumpulkan auditor dalam bentuk kertas kerja audit.
  • Auditor harus bersikap hati-hati terhadap situasi atau transaksi yang berindikasi kecurangan, penyelewengan, pengeluaran, dan tindakan ilegal. Apabila hal ini terbuktiada, maka diperlukan perluasan langkah-langkah dan prosedur audit untuk mengetahui pengaruhnya terhadap laporan keuangan tersebut

 

b.      Norma Pelaporan

  • Laporan audit tertulis diserahkan kepada lembaga resmi yang diaudit dan instansi lain yang membutuhkannya atau yang telah ditetapkan dalam kontrak kecuali ada peraturan resmi atau pertimbangan etika yang melarangnya salinan laporan juga harus dikirim ke instansi resmi lainnya yang mempunyai tanggung jawab untuk mengambil tindakan atas instansi lainnya yang merupakan penerima laporan semacam itu, terkecuali dilarang undang-undang atau peraturan. Salinannya harus tersedia untuk pemeriksaan masyarakat.
  • Persyaratan dalam laporan audit yang menyatakan bahwa pemeriksaan telah dilaksanakan sesuai dengan norma pemeriksaan lembaga pemerintah yang lazim untuk audit keuangan dan ketaatan adalah bahasa yang baku, yangmenyatakan bahwa audit telah sesuai dengan norma-norma ini.
  • Apakah laporan akuntan atas laporan keuangan suatuinstansi atau laporan khusus harus berisi pernyataan tentang keyakinan yang positif atas pos-pos yang diperiksa dan keyakinan yang negatif untuk pos-pos yang tidka diperiksa. Juga harus termasuk contoh-contoh material untuk hal-hal yang tidak sesuai dan yang mempunyai indikasi kecurangan, penyelewangan atau tindakan-tindakan ilegal,yang ditemukan selama audit atau yang berhubungan dengan itu.
  • Akuntan harus  melaporkan hasil audit dan penilaian terhadap pengawasan akuntansi intern yang dilakukan sebagai bagian dari audit ketaatan dan keuangan. Minimal akuntan harus dapat mencari: sistem pengawasan akuntansi intern yang penting dari lembaga tersebut; sistem tersebut telah dinilai; untuk sistem pengawasan yang tidak dinilai, akuntan dapat merasa puas terhadap keadaan inimelalui identifikasi kelompok transaksi tertentu dan aktivalain yang termasuk dalam penilaian; kelemahan sistemyang ada yang ditemukan sewaktu pemeriksaan.
  • Apakah laporan akuntan atas laporan keuangan suatuinstansi atau laporan terpisah, harus menyatakankelemahan-kelemahan material yang ditemukan selama pemeriksaan yang tidak ditemukan dalam poin ketiga sebelumnya.
  • Jika informasi tidak langsung diungkapkan, laporan harusmenyatakan sifat informasi yang dihilangkan dan persyaratan yang menyebabkan perlunya informasi itu tidak dimuat.

 

4). Norma pemeriksaan dan penilaian atas audit ekonomi, efisiensi,dan keberhasilan program.

 

a.       Pelaksanaan audit telah direncanakan dengan baik. 

b.      Sistem pemeriksaan telah dibimbing dan diawasi.

c.       Pemeriksaan telah dilakukan atas ketaatan kepada undang-undang dan peraturan.

d.      Dalam pemeriksaan, penilaian harus dilakukan terhadap sistem pengawasan intern (pengawasan administratif) yang diterapkan dalam organisasi, program kegiatan atau pelaksanaan fungsiyang diperiksa.

e.       Apabila pemeriksaan menyangkut sistem komputer, maka auditor harus memeriksa sistem pengawasan umum atas sistem pemeriksaan data untuk menentukan: (1) sistem pengawasan telah didesain sesuai dengan pengarahan pimpinan dan peraturan yang ada; dan (2) sistem pengawasan berjalan efektif untuk memberikan keyakinan bahwa data diproses dengan aman.

f.       Bukti yang cukup, kompeten, dan relevan dicari untuk mendukung pertimbangan dan kesimpulan auditor berdasar keadaan yang wajar yang menyangkut organisasi, program,aktivitas, atau fungsi dalam pemeriksaan. Bukti-bukti tertulis yang dikumpulkan auditor selama pemeriksaan harus disampaikan dalam bentuk kertas kerja.

g.      Akuntan harus: (1) hati-hati terhadap situasi atau transaksi yangmungkin berindikasi kecurangan, penyelewengan, atautindakan-tindakan ilegal; dan (2) jika keadaan tersebut terbukti perlu prosedur audit untuk mengetahui pengaruhnya terhadapoperasi dan program instansi tersebut.

 

    5). Norma pelaporan untuk audit ekonomi, efisiensi, dan keberhasilan program.

 

a.       Laporan audit disajikan sehingga hasil audit atas pemeriksaaninstansi pemerintah diketahui. 

b.      Laporan harus disampaikan kepada instansi resmi dari lembaga yang diaudit dan kepada instansi lain yang ditetapkan dalam kontrak, terkecuali hukum dan etik melarangnya. Salinan laporan harus dikirim kepada instansi resmi yang bertanggung jawab untuk mengambil tindakan terhadap temuan dan saran-saran yang dicantumkan dalam laporan dan instansi yang berkaitan lainnya, terkecuali dibatasi oleh undang-undang dan peraturan, karena salinan laporan tersedia untuk umum.

c.       Laporan diterbitkan pada saat atau setelah tanggal yang ditetapkan undang-undang, pertauran, atau kontrak. Laporan akan dikeluarkan segera sehingga laporan tersedia tepat waktu untuk dapat dimanfaatkan oleh pimpinan instansi dan lembaga legislatif.

d.      Laporan harus berisi:

  • penjelasan tentang luas dan tujuan audit;
  • pernyataanyang menyatakan bahwa audit (ekonomi,efisiensi, dan keberhasilan program) telah dilakukan sesuai dengan Norma Pemeriksaan Akuntan yang lazim untuk instansi pemerintah;
  • penjelasan tentang kelemahan yang sifatnya material yang ditemukan dalam sistem pengawasan intern;
  • persyaratan tentang keyakinan positif atas pos-pos yang diperiksa dan keyakinan negatif atas pos-pos yang tidak diperiksa;
  • saran-saran untuk perbaikan masalah dan kegiatan yang ditemukan selama audit;
  • pendapat-pendapat dari pejabat yang bertanggung jawab dalam instansi tersebut;
  • penjelasan tentang beberapa keberhasilan;
  • daftar permasalahan-permasalahan dari isu lain yang memerlukan studi dan pertimbangan lebih lanjut; dan
  • penjelasan tentang informasi tertentu yang dihilangkan karena alasan kerahasiaan.

e.       Laporan harus:

  • menyajikan data faktual yang akurat dan wajar;
  • menyajikan penemuan dan kesimpulan yang meyakinkan;
  • obyektif;
  • ditulis dengan bahasa yang jelas dan sederhana;
  • singkat tetapi mudah dipahami oleh pembaca;
  • menyajikan data aktual yang berisi informasi kepada pemakai; dan
  • memberikan tekanan pokok pada perbaikan, bukan kritikan terhadap hal-hal yang telah berlalu.

 

3.      OPERATIONS AUDIT

Dalam buku yang dibuat oleh AICPA dengan judul Operation Audit  Engagement , yang mencakup: “Pemeriksaan yang sistematis terhadap kegiatan organisasi atau bagian-bagiannya sehubungan dengantujuan tertentu. Tujuan pemeriksaan mungkin menilai prestasi,mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan perbaikan, dan mengembangkan saran-saran untuk perbaikan atau tindakan-tindakanlanjutan.

Operations audit  , yang sering disebut juga operational audit muncul dari pengembangan financial audit . Dalam audit ini yang dinilai bukan saja aspek keuangan tetapi juga aspek yang bersifat non keuangan.Tujuannya adalah memeriksa dan menilai operasi perusahaan serta prosedur pelaksanaannya. Juga menyangkut pemberian informasi kepada manajemen tentang masalah-masalah operasional yang diperlukan untuk melakukan koreksi demi peningkatan penghematan dan produktivitas. Sasaran audit ini adalah bagaimana mengusahakan agar kegiatan itu lebih efisien, hemat, dan lebih produktif. Dalam pelaksanaan auditnya dapat menggunakan prosedur audit yang dianut dalam audit keuangan.

 

 

 

4.      AUDIT MANAJEMEN

 Management  audit menyangkut penilaian terhadap manajemen dalam usahanya mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. Sebagaimana diketahui fungsi-fungsi manajemen adalah perencanaan, organisasi, pengarahan dan pengawasan. Oleh karena itu, dalam manajemen audit ini akuntan memeriksa dan menilai apakah fungsi-fungsi ini telah dilaksanakan sebagaimana mestinya untuk maksud mencapai tujuan perusahaan.

Manajemen audit tidak sama dengan management advisory service ,yang terakhir ini menyangkut nasehat yang diberikan kepada manajemen sehubungan dengan usaha untuk memecahkan masalah-masalah tertentu yang dihadapi oleh manajemen.

 

Perbedaan kedua masalah ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

a.       Tujuan management  service (MS) membantu manajemen sedangkan manajement audit (MA) adalah menilai manajemen.

b.      Orientasi MS adalah tugas sedangkan MA pesan.

c.       Metode MS diarahkan untuk tugas-tugas tententu sedangkan MA diarahkan pada beberapa standarisasi.

d.      MS frekuensinya jarang, tergantung pada tugas-tugas khusus sedangkan MA dilakukan secara periodik dan sering.

e.       MS diarahkan pada hal-hal khusus sedangkan MA diarahkan pada perusahaan secara umum. MA menilai kualitas manajemen sedangkan operations audit  menilai kualitas kegiatan.

 

5.      PERFORMANCE AUDIT

Di Amerika Serikat ada kecenderungan keingintahuan pemilik/komisaris terhadap prestasi manajemen (presiden) sebagai pemimpin perusahaan. Untuk itu, mereka meminta pihak luar yang mempunyai reputasi tertentu untuk menilai prestasi manajer yangmemimpin perusahaan. Jadi, audit di sini menyangkut penilaian terhadapkualitas manajemen dan mutu (image) perusahaan.

Di Indonesia jarang kita jarang mendengar ini kendati pun secaraimplisit kita ketahui pemilik tersebut terus memantau prestasi manajer yang ditugaskannya.

 

6.      SOCIAL AUDIT

Social  audit adalah menyangkut pemantauan, penilaian, dan pengukuran prestasi (keterlibatan) perusahaan dalam kaitannya dengan masalah-masalah sosial. Misalnya pemeriksa terhadap masalah adalah sebagai berikut.

 

a.       Pemberian lowongan kerja apakah sudah adil. 

b.      Produksi.

c.       Keselamatan kerja.

d.      Penggajian.

e.       Lingkungan hidup.

f.       Pensiun dan jaminan hari tua lainnya.

g.      Sumbangan sosial, dan lain-lain.

 

 

Dalam konsep perekenomian modern saat ini peranan social  audit ini semakin terasa penting. Apalagi pemerintah mulai menerapkan konsep pembangunan yang bersifat “sustained development ” yaitu suatu konsep pembangunan yang berkelanjutan, yang berarti bahwa pembangunan yang dilakukan jangan sampai mematikan aspek lainnya atau yang dapat menimbulkan masalah baru seperti kemiskinan, ketidakmerataan, perusakan lingkungan, ketidak adilan dan lain-lain. Dalam konsep ini penghargaan tertinggi diberikan kepada hal-hal sebagai berikut.

 

a.       Mutu sumber daya alam. 

b.      Mutu sumber daya manusia.

c.       Mutu pelayanan kesejahteraan/kelanjutan sosial.

 

Di samping itu, kesadaran dunia usaha terhadap pentingnyadukungan sosial semakin besar, sehingga dunia usaha tidak bisasewenang-wenang berbuat sendiri untuk mencapai tujuan perusahaantanpa memperhatikan kepentingan sosial. Kalau dahulu tujuan perusahaan hanya growth (pertumbuhan) dan Survive (kelangsungan hidup) maka sekarang harus memperhatikan “ image” penampilan perusahaan di mata publiknya.

Di Indonesia, yang saat ini mulai mengembangkan peranan pasar modal dan mulai menggali dana masyarakat maka mau tidak mau pengusaha harus memperhatikan kepentingan masyarakat kalau ia ingin harga saham di bursa tidak terganggu oleh sikap pendapat umum yang kadang-kadang dapat menjatuhkan perusahaan. Untuk mencatat, menilai,melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan pengaruh perusahaan terhadap sosial dan pelayanannya pelajari Socio Economic Accounting.

 

7.      AUDIT KHUSUS

 

Audit khusus adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk maksud-maksud khusus seperti sebagai berikut:

a.       Pemeriksaan terhadap sumber dan penggunaan dana dalam mendirikan perusahaan. 

b.      Pemeriksaan terhadap pengeluaran kas.

c.       Pemeriksaan terhadap kewajiban pajak.

d.      Pemeriksaan pembagian dividen, bonus, dana pensiun dan lain-lain.

e.       Pemeriksaan khusus untuk perusahaan yang akan dibeli atau dijual dan lain-lain.

 

Audit khusus ini dapat menggunakan NPA walaupun sebenarnyatidak mesti. Namun, umumnya penjelasan audit khusus ini hampir samadengan audit umur sehingga banyak aturan-aturan dalam NPA dapatdigunakan kendati pun dengar beberapa modifikasi tertentu.

Demikian bentuk audit di luar umum. Dalam jenis audit iniakuntan tidak harus tunduk pada norma-norma umum, norma pemeriksaanlaporan, atau norma pelaporan. Akuntan dapat membuat metode tersendiridan bentuk laporan tersendiri. Diakui bahwa proses audit umum (general audit ) ini merupakan pedoman yang paling penting dan bermanfaat dalammelakukan audit jenis ini.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s