Monthly Archives: Januari 2013

Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektik

Standar

Contoh Kalimat Efektif

Ki Hadjar Dewantara adalah seorang tokoh pendidikan nasional. Ia juga seorang jurnalis pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia mengenyam pendidikan di sekolah guru, tetapi kemudian ia pindah ke sekolah kedokteran STOVIA (School tot Opleiding van Indiche Artsen). Tetapi sayangnya ia juga tidak menyelesaikan pendidikan di sekolah kedoteran tersebut karena masalah biaya. Akhirnya ia terjun menjadi seorang jurnalis.

Pada tahun 1913 Ki Hadjar Dewantara bekerja di harian De Express yang dipimpin oleh Douwes Dekker. Akibat tulisan Ki Hadjar Dewantara yang berjudul Als ik een Nederlander Was, ia diasingkan ke Belanda bersama Tjipto Mangoenkoesoemo dan Douwes Dekker. Di Belanda ia tetap berjuang dibidang politik dan tetap menuntut ilmu pendidikan.

Ki Hadjar Dewantara kembali ke Indonesia pada tahun 1919. Pada awalnya ia diangkat menjadi Sekretaris Pengurus Besar Nasional Indische Partij (NIP), kemudian diangkat menjadi ketua NIP. Mulai tahun 1921 ia terjun langsung ke dunia pendidikan. Tahun 1922 ia mendirikan sekolah dengan nama Tamansiswa. Sekolah ini menjadi perintis pendidikan nasional dengan prinsip ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yang artinya di depan harus memberi teladan, di tengah membangun motivasi, dan dari belakang memberi semangat.

 

Contoh Kalimat Tidak Efektif      

Ki Hadjar Dewantara adalah seorang tokoh pendidikan nasional. Ia juga seorang jurnalistik pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau mengenyam pendidikan di sekolah guru, tetapi kemudian ia pindah ke sekolah kedokteran STOVIA (School tot Opleiding van Indiche Artsen). Tetapi sayangnya ia juga tidak menyelesaikan pendidikan di sekolah kedoteran tersebut karena masalah biaya. Akhirnya ia terjun menjadi seorang jurnalis.

Pada tahun 1913 Ki Hadjar Dewantara bekerja di harian De Express yang dipimpin oleh Douwes Dekker. Akibat tulisannya Ki Hadjar Dewantara yang berjudul Als ik een Nederlander Was, ia diasingkan ke Belanda bersama dengan Tjipto Mangoenkoesoemo dan Douwes Dekker. Di Belanda ia tetap berjuang dibidang politik dan tetap menuntut ilmu pendidikan.

Ki Hadjar Dewantara kembali ke Indonesia pada tahun 1919. Pada awalnya ia diangkat menjadi Sekretaris Pengurus Besar Nasional Indische Partij (NIP), kemudian lalu diangkat menjadi ketua NIP. Mulai pada tahun 1921 ia terjun langsung ke dunia pendidikan. Tahun 1922 ia mendirikan sekolah dengan nama Tamansiswa. Sekolah ini menjadi perintis pendidikan nasional dengan prinsip ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yang artinya di depan harus memberi teladan, di tengah membangun motivasi, dan dari belakang memberi semangat.

                                                                                                                                             

 

Kebijakan Properti untuk Asing

Standar

Terdengar kabar bahwa pemerintah akan membuka kesempatan bagi warga asing untuk memiliki properti di Indonesia. Kesempatan ini dimaksudkan untuk membuka peluang pemerintah untuk menambah pendapatan devisanya dan juga untuk membuka lapangan pekerjaan yang baru. Ini adalah sisi positifnya, namun ada sisi negatifnya yang perlu dijadikan pertimbangan bagi pemerintah sebelum mengambil keputusan.

 

Dari segi perekonomian, memang hal ini akan menguntungkan tetapi yang diuntungkan tentu saja hanya pihak-pihak tertentu saja. Sedangkan masyarakat kecil justru dikhawatirkan akan dirugikan atas kebijakan ini. Jika pemerintah membuka peluang kepada pihak asing untuk memiliki properti di Indonesia, maka rakyat kecil harus berkompetisi dengan mereka dan tentu saja rakyat kecil yang akan kalah. Apalagi masih banyak masyarakat yang belum mempunyai hunian tetap.

 

Meski pemerintah telah melaksanakan program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), namun dengan adanya pembukaan peluang bagi asing untuk memiliki properti di Indonesia hal ini akan menghambat pemerintah untuk membantu masyarakat ekonomi lemah untuk memiliki hunian. Karena sudah dipastikan harga tanah akan naik akibat persaingan pasar lokal dengan pasar asing. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan pemerintah janganlah selalu terbuai dengan banyaknya devisa dan pertumbuhan tinggi yang diperoleh, namun lebih melihat bagaimana mengendalikan harga tanah bila pasar asing masuk ke Indonesia.

 

 

Tarif Baru di Tahun yang Baru

Standar

Tahun baru telah dimulai, dan kabar kenaikan berbagai kebutuhan pun sudah siap menyambut. Mulai dari harga BBM yang sebelumnya diusulkan untuk dinaikkan, sekarang disusul dengan kenaikan tarif dasar listrik, tak ketinggalan harga elpiji pun dikabarkan akan ikut naik. Kenaikan ini merupakan hal yang biasa, setiap tahun pasti ada kenaikan harga kebutuhan pokok. Dan hal ini tidak dapat dihindari.

Banyak para pengusaha yang memprotes adanya kenaikan tarif dasar listrik, menurut mereka ini tidak adil bila pemerintah hanya membebankan kenaikan ini kepada para pengusaha. Dengan adanya kenaikan tarif listrik, maka sudah dipastikan keuntungan mereka pun akan menurun. Apalagi mereka juga harus menghadapi tuntutan kenaikan upah buruh yang signifikan. Maka tak heran jika para pengusaha merasa keberatan atas kebijakan ini.

Dengan adanya kenaikan berbagai tarif, maka bersiap-bersiaplah dengan adanya kenaikan berbagai kebutuhan pokok. Sudah dapat dipastikan jika para pengusaha dikenakan kenaikan tarif dasar listrik dan juga kenaikan upah para buruh, biaya ini akan dibebankan lagi kepada konsumen. Walhasil, harga produk mereka akan dinaikan harganya dan kosumen yang akan menanggungnya. Sedangkan konsumen adalah masyarakat yang sebagian besar adalah buruh. Para buruh menuntut untuk menaikan upah mereka, namun kenaikan ini diikuti pula dengan kenaikan kebutuhan pokok. Lalu, apakah kenaikan upah tersebut bisa dijadikan jaminan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.