Pertumbuhan Tanpa Pemerataan

Standar

Berdasarkan hasil riset Global Consumer Confidence Index yang dirilis Nielsen menempatkan tingkat kepercayaan konsumen Indonesia tertinggi di dunia. “Konsumen Indonesia masih tercatat sebagai konsumen paling optmistis di dunia bersama dengan India,” paparnya. Survey Nielsen mengungkap, 80 persen konsumen online Indonesia percaya keadaan keuangan mereka akan baik, bahkan sangat baik selama 12 bulan ke depan. Sebanyak 57 persen konsumen juga menilai 12 bulan ke depan adalah saat yang tepat membeli keinginan atau kebutuhan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tergolong masyarakat yang konsumtif. Tetapi, masyarakat dari lapisan manakah yang konsumtif itu?

Tingkat konsumtif masyarakat Indonesia memang tinggi, tetapi mengapa masih banyak pula masyarakat Indonesia yang berada di garis kemiskinan bahkan banyak pula yang kelaparan. Banyak anak dari golongan atas bisa belajar sampai ke luar negeri, namun lebih banyak lagi anak-anak dari golongan kebawah yang tidak bisa mengenyam pendidikan sampai ke jenjang yang tinggi. Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kepala BPS Bapak Suryamin, sampai Agustus 2012, penduduk bekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebesar 53,9 juta orang (48,63%), sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan diploma sekitar 3 juta orang (2,68%), dan penduduk bekerja dengan pendidikan universitas hanya sebesar 7,0 juta orang (6,3%).

Banyak orang kaya yang berlomba-lomba berinvestasi di bidang property, atau di bidang lain. Namun seberapa banyak orang yang tidak memiliki rumah sampai-sampai mereka harus tidur di alam terbuka. Orang-orang dari kalangan atas terus menerus menumpuk pendapatan mereka, sedangkan kelompok kalangan bawah mengalami hal yang sebaliknya. Mengapa kesenjangan sosial ini bisa terjadi?

Angka pertumbuhan ekonomi enam tahun terakhir rata-rata pertumbuhannya sekitar 5,7% setiap tahunnya, angka ini lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara lain. Akan tetapi apakah pertumbuhan ekonomi enam tahun belakangan ini mampu memberikan dampak yang berarti terhadap pemerataan pendapatan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan penurunan angka pengangguran. Idealnya sebuah pertumbuhan ekonomi bisa dianggap berprestasi apabila pencapaian angka-angka pertumbuhan tersebut mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, perluasan kesempatan kerja  dan mempersempit kesenjangan pendapatan masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s