Monthly Archives: November 2012

Serangan Israel-Palestina dan Harga Minyak Dunia

Standar

Ketegangan yang terjadi antara Israel dan Palestina memang sangat disayangkan. Sudah berpuluh-puluh tahun kedua negara tersebut tidak pernah mengenal kata damai. Berbagai cara sudah ditempuh untuk dapat mendamaikan kedua negara tersebut namun selalu gagal. Imbas dari peperangan itu bukan hanya dirasakan oleh ke dua negara. Tetapi juga berimbas pada harga minyak dunia.

Dengan meningkatnya konflik antara Israel dan Palestina saat ini, harga minyak dunia pun ikut terpengaruhi. Para pelaku pasar khawatir serangan Israel ke Palestina akan mengganggu pengiriman minyak mentah dari negara-negara Timur Tengah. Jika pengiriman minyak mentah terganggu, maka pasokan minyak pun akan ikut terganggu. Akibatnya, harga minyak dunia saat ini terus melonjak.

 Setiap terjadi konflik di Timur Tengah, hal ini akan mempengaruhi harga minyak dunia. Apalagi serangan Israel dikhawatirkan akan semakin meluas. Jika hal ini terjadi, para pelaku pasar khawatir Iran akan ikut terseret ke dalam konflik tersebut. Iran merupakan negara penghasil minyak mentah terbesar, sudah dapat dipastikan harga minyak dunia semakin melonjak jika negara ini ikut ke dalam konflik tersebut.

 

 

Iklan

Sampai Kapan Kita Harus Berhutang?

Standar

Selama ini APBN/APBD selalu mengalami defisit, untuk tahun 2013 saja diperkirakan APBN akan mengalami defisit sebesar Rp 172,8 triliun. Sayangnya defisit APBN/APBD ini selalu ditutup menggunakan utang. Untuk menutup defisit APBN tahun depan saja DPR telah membolehkan pemerintah menambah utang baru hingga Rp 161,4 triliun.

Dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, total utang pemerintah Indonesia hingga September 2012 mencapai Rp 1.975,62 triliun. Dari jumlah tersebut Rp 638,9 triliun merupakan utang luar negeri yang didapat dari beberapa negara dan juga lembaga-lembaga multilateral.

Beberapa negara dan lembaga yang paling sering memberikan pinjaman kepada Indonesia antara lain Jepang, Prancis, Jerman, Bank Dunia, ADB, dan IDB. Utang Indonesia ke Jepang hingga akhir September 2012 mencapai Rp 288,52 triliun. Pemerintah Indonesia mempunyai utang Rp 21,4 triliun ke Prancis hingga September 2012. Jumlah utang ini naik dari Rp 20,7 triliun di akhir 2011 lalu. Sedangkan utang ke Jerman mencapai Rp 20,37 triliun.

Utang Indonesia ke Bank Dunia hingga akhir September 2012 mencapai Rp 116,47 triliun. Jumlah ini naik dari akhir 2011 yang nilainya Rp 107,73 triliun. Ke ADB mencapai Rp 97,18 triliun dan kepada IDB mencapai Rp 4,33 triliun.

Kalau pemerintah selalu menutup defisit APBN/APBD dengan utang, lalu kapan utang-utang itu akan dibayar? Sampai kapan pemerintah akan mengandalkan pinjaman untuk menutupi defisit belanja negara. Lalu bagaimana cara kita membayar utang yang terus menumpuk? Bagaimana jadinya jika suatu saat utang-utang itu telah jatuh tempo sedangkan pemerintah belum bisa membayarnya?

Seperti kata pepatah “lebih besar pasak dari pada tiang”, akhirnya utang jadi jalan keluarnya. Tetapi sampai kapan pemerintah akan terus berhutang? Idealnya suatu anggaran  belanja diseimbangkan dengan pendapatan. Jika pendapatan kecil, maka pengeluaran pun harus disesuaikan, mungkin dengan cara penghematan atau pemangkasan biaya yang dinilai kurang penting. Bukankah dalam ekonomi rumah tangga juga diajarkan untuk berhemat, bahkan dianjurkan untuk bisa menabung.

Tata Cara Pembutan Paspor

Standar

Berwisata ke luar negeri saat ini bukanlah hal yang sulit, cukup sediakan paspor dan tentu saja uang yang cukup untuk jalan-jalan anda bisa mudah berkeliling ke negara-negara Asia Tenggara. Apalagi sekarang kita tidak perlu membayar pajak jika ingin berpergian ke luar negeri, cukup dengan memiliki NPWP maka kita tidak perlu membayarnya.

Banyak calo yang menawarkan jasa pembuatan paspor, harganya pun bervariatif mulai dari 700ribu sampai di atas 1juta. Sebenarnya biaya untuk membuat paspor cukup murah dan prosesnya pun mudah, hanya saja kebanyakan orang memilih menggunakan jasa calo karena tidak memiliki waktu luang. Tetapi jika ingin membuat paspor tanpa melalui calo, cukup datang saja ke kantor imigrasi dan mengikuti prosedur yang ada.

Pertama, pemohon atau yang diberi kuasa membeli dan mengisi formulir permohonan paspor yang dijual di koperasi kantor imigrasi. Isi formulir tersebut sesuai dengan kolom yang ditentukan.   Selanjutnya permohonan paspor diajukan kepada petugas loket pada Kantor Imigrasi oleh pemohon atau yang diberi kuasa disertai  persyaratan yang telah ditentukan.

Petugas loket memeriksa kebenaran persyaratan asli yang dibawa oleh pemohon atau yang diberi kuasa. Dan selanjutnya melakukan pemindaian dokumen, memeriksa hasil pemindaian, serta memeriksa daftar pencegahan. Petugas loket menolak permohonan dan memberikan bukti penolakan, apabila ditemukan rincian biodata pemohon sama dengan daftar pencegahan. Tetapi petugas loket memberikan tanda terima kepada pemohon yang telah memenuhi persayaratan dan namanya tidak  tercantum dalam daftar pencegahan.

Pada hari yang ditentukan, pemohon menuju ke loket Bendahara Penerima untuk melakukan proses pembayaran. Setelah menerima pembayaran, Bendahara Penerima memasukkan nomor perforasi paspor dan mencetak serta memberikan tanda terima pembayaran kepada pemohon.

Selanjutnya pemohon menunggu panggilan untuk proses pengambilan foto wajah dan sidik jari sesuai nomor antrian yang tertera dalam slip antrian. Pemohon wajib datang pada saat pengambilan foto wajah dan sidik jari. Setelah proses pengambilan foto dan sidik jari, pemohon menunggu panggilan lagi untuk proses wawancara. Pemohon wajib datang dengan menunjukkan dokumen asli sebagai persyaratan pada saat proses wawancara. Petugas wawancara melakukan penelitian tentang kelengkapan dokumen persyaratan asli, mencetak biodata pemohon, dan  selanjutnya pemohon menandatangani hasil pencetakan dan blangko paspor.  Petugas wawancara dapat menangguhkan proses selanjutnya apabila pada hasil penelitian ditemukan kecurigaan tentang identitas dan jati diri pemohon untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dan apabila hasil penelitian lanjutan terbukti  adanya pelanggaran keimigrasian maka permohonannya dapat ditolak.

Setelah proses wawancara selesai dan dinyatakan memenuhi persyaratan, pemohon dipersilahkan kembali lagi untuk mengambil paspor dalam waktu yang telah ditentukan. Selanjutnya berkas permohonan diteruskan kepada petugas pencetakan untuk melakukan pencetakan halaman biodata pemohon dan halaman catatan resmi /official notes serta halaman pengesahan/endorsements (jika diperlukan) dan melakukan laminasi blangko paspor dan selanjutnya melakukan uji kualitas pencetakan dan laminasi. Kepala Bidang / Kepala Seksi yang berwenang membubuhkan paraf pada paspor dan selanjutnya Kepala Kantor Imigrasi menandatangani  paspor dan menyerahkan kembali kepada Petugas Imigrasi untuk dilakukan peneraan cap  dinas dan pemindaian halaman tanda tangan Kepala Kantor.

Petugas Loket menyerahkan paspor kepada pemohon atau yang diberi kuasa, kemudian pemohon atau yang diberi kuasa menandatangani tanda bukti penerimaan paspor pada kolom penerimaan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Waktu penyelesaian permohonan paspor paling lama 4 (empat) hari kerja setelah proses wawancara.

 

Pertumbuhan Tanpa Pemerataan

Standar

Berdasarkan hasil riset Global Consumer Confidence Index yang dirilis Nielsen menempatkan tingkat kepercayaan konsumen Indonesia tertinggi di dunia. “Konsumen Indonesia masih tercatat sebagai konsumen paling optmistis di dunia bersama dengan India,” paparnya. Survey Nielsen mengungkap, 80 persen konsumen online Indonesia percaya keadaan keuangan mereka akan baik, bahkan sangat baik selama 12 bulan ke depan. Sebanyak 57 persen konsumen juga menilai 12 bulan ke depan adalah saat yang tepat membeli keinginan atau kebutuhan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tergolong masyarakat yang konsumtif. Tetapi, masyarakat dari lapisan manakah yang konsumtif itu?

Tingkat konsumtif masyarakat Indonesia memang tinggi, tetapi mengapa masih banyak pula masyarakat Indonesia yang berada di garis kemiskinan bahkan banyak pula yang kelaparan. Banyak anak dari golongan atas bisa belajar sampai ke luar negeri, namun lebih banyak lagi anak-anak dari golongan kebawah yang tidak bisa mengenyam pendidikan sampai ke jenjang yang tinggi. Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kepala BPS Bapak Suryamin, sampai Agustus 2012, penduduk bekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebesar 53,9 juta orang (48,63%), sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan diploma sekitar 3 juta orang (2,68%), dan penduduk bekerja dengan pendidikan universitas hanya sebesar 7,0 juta orang (6,3%).

Banyak orang kaya yang berlomba-lomba berinvestasi di bidang property, atau di bidang lain. Namun seberapa banyak orang yang tidak memiliki rumah sampai-sampai mereka harus tidur di alam terbuka. Orang-orang dari kalangan atas terus menerus menumpuk pendapatan mereka, sedangkan kelompok kalangan bawah mengalami hal yang sebaliknya. Mengapa kesenjangan sosial ini bisa terjadi?

Angka pertumbuhan ekonomi enam tahun terakhir rata-rata pertumbuhannya sekitar 5,7% setiap tahunnya, angka ini lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara lain. Akan tetapi apakah pertumbuhan ekonomi enam tahun belakangan ini mampu memberikan dampak yang berarti terhadap pemerataan pendapatan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan penurunan angka pengangguran. Idealnya sebuah pertumbuhan ekonomi bisa dianggap berprestasi apabila pencapaian angka-angka pertumbuhan tersebut mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, perluasan kesempatan kerja  dan mempersempit kesenjangan pendapatan masyarakat.

 

Gali Potensi Wisata Indonesia

Standar

Indonesia memang kaya akan wisata alamnya, keindahan alam Indonesia memang tiada duanya. Dari Sabang sampai Merauke, setiap wilayah Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Banyak tempat-tempat indah di Indonesia yang belum dimanfaatkan sebagai objek wisata, bahkan banyak pula orang yang tidak mengetahuinya. Sungguh sayang apabila potensi wisata ini tidak dikembangakan dengan baik, jangan sampai Indonesia kalah dengan negara wisata yang lain hanya karena kita tidak bisa mengelolanya.

Keindahan alam Indonesia memang telah diakui oleh dunia, setelah candi Borobudur, Pulau Komodo saat ini menggantikannya sebagai tujuh keajaiban dunia. Menurut Dirjen Pengembangan Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Firmansyah Rahim ada investor asing yang tertarik untuk menanamkan investasi di kawasan wisata Indonesia. Investor asing tersebut berasal dari Dubai dan wilayah yang menjadi incarannya adalah Bintan, Tanjung Lesung, dan Mandalika. Jika proyek ini berhasil, tentu saja akan menguntungkan pariwisata Indonesia dan juga bisa ikut menaikan taraf hidup masyarakat sekitar.

Di negara-negara ASEAN saat ini sektor pariwisata menjadi prioritas.  Pariwisata di ASEAN terus berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Terlebih setelah ditetapkannya ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2011-2015 yang didukung oleh ASEAN Tourism Ministries. ATSP bertujuan untuk mengembangkan pariwisata bagi seluruh komunitas ASEAN sampai dengan 2015.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis internasional ke wilayah ASEAN mencapai lebih dari 73 juta jiwa pada 2010 dan diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa waktu kedepan. Semoga saja Indonesia bisa lebih memanfaatkan kekayaan alam yang dimilikinya sehingga menjadi salah satu negara tujuan wisata terfavorit di dunia.

Buruh dan Kelangsungan Perusahaan

Standar

Demo buruh akhir-akhir ini marak terjadi, seperti biasa para buruh memperjuangkan nasib mereka dengan menuntut kenaikan upah dan dihapuskannya sistem outsourcing. Mereka juga memperjuangkan hak-hak sebagai pekerja yang masih diabaikan, mulai dari hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, perumahan yang layak hingga jaminan hari tua.

Memang dengan adanya inflasi, nilai uang saat ini semakin tidak berarti. Harga-harga sembako terus naik, sedangkan kenaikan ini tidak sebanding dengan kenaikan upah mereka. Kesenjangan sosial di Indonesia memang tinggi, seolah-olah peredaran uang hanya berada di kalangan tertentu saja. Mungkin salah satu jalan untuk mengatasi kesenjangan sosial ini adalah demonstrasi yang dilakukan oleh buruh untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Tuntutan kenaikan upah para buruh memang suatu pilihan yang sulit, di satu sisi kenaikan UMK akan menaikan juga tingkat kesejahteraan buruh, tetapi di sisi lain jika perusahaan tidak mampu membayar upah mereka, tentunya perusahaan akan mengambil langkah untuk efisiensi biaya. Dan salah satu jalan yang biasa ditempuh adalah dengan pemangkasan biaya tenaga kerja. Atau bahkan hal yang terburuk adalah perusahaan mengalami gulung tikar, dan seluruh karyawan harus dirumahkan. Bagi pengusaha, sebagaimana diungkapkan Ketua Umum Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Sofjan Wanandi, persoalan mereka bukan hanya pada besaran upah, tetapi juga meliputi berbagai hal mulai ketidakpastian hukum, birokrasi yang rumit hingga persaingan dengan perusahaan asing yang kini produknya membanjiri pasar dalam negeri.

Menantikan Redenominasi Rupiah

Standar

Redenominasi adalah penggantian nilai mata uang tanpa menurunkan atau menaikkan nilai tukar riilnya. Redenominasi berbeda dengan senering atau devaluasi, jika senering atau devaluasi menyebabkan penurunan nilai tukar riilnya, sedangkan kalau redenominasi tidak akan mengubah nilai riilnya. Dalam teori ekonomi, redonominasi tidak menimbulkan dampak apapun. Sebagai contoh, kalau saat ini uang Rp 10.000 bisa untuk membeli 2 liter bensin, maka ketika dilakukan redenominasi dari Rp 10.000 menjadi Rp 10, maka harga 2 liter bensin dapat dibeli dengan Rp 10 tersebut.

Dengan adanya redenominasi, diharapkan mata uang dengan pecahan baru tersebut tidak mengubah nilai tukarnya dan membuat sebuah negara lebih bermartabat dengan menaikan gengsi mata uang rupiah terhadap mata uang asing. Seperti yang telah disampaikan Gubernur BI, Darmin Nasution, pecahan Rp 100.000 merupakan pecahan terbesar kedua di dunia. Untuk pecahan terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

Namun, redenominasi tidak bisa langsung diterapkan begitu saja. Butuh waktu yang lama untuk melaksanakannya, banyak faktor-faktor yang perlu diperhatikan.  Hal pertama yang dibutuhkan adalah stabilitas perekonomian negara, karena redenominasi akan sangat beresiko ketika perekonomian belum mantap terutama jika inflasi belum dapat dikendalikan dengan baik oleh otoritas moneter. Selain faktor ekonomi faktor sosial, politik, dan tentu saja psikologi masyarakat menjadi pertimbangan. Diperlukan sosialisasi yang panjang agar tidak ada salah mengerti dan kekhawatiran dimasyarakat. Butuh kesiapan dan pemahaman masyarakat mengenai redenominasi, jangan sampai masyarakat salah mengerti mengenai kebijakan ini atau bahkan tertukar pemahaman dengan pemotongan nilai mata uang.

Sekretaris Jenderal Menteri Keuangan, Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat ke badan pembinaan hukum nasional di Kementerian Hukum dan HAM. Redenominasi sedang diusulkan supaya masuk prolegnas 2013. “Redenominasi itu prosesnya akan dibicarakan dulu dengan pemerintah dan presiden dan harus melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru kita sosialisasikan”, ujar Gubernur BI, Darmin Nasution.

Ada beberapa alternatif redenominasi, yaitu menghilangkan 1 angka nol, 2 angka nol, 3 angka nol, dan 4 angka nol. Tetapi alternatife yang lebih memungkinkan adalah menghilangkan 3 angka nol atau 2 angka nol agar tidak terjadi kerumitan di masyarakat mengenai pecahan mata uang.

Strategi pemerintah dalam menjalankan redenominasi mata uang rupiah dimulai dari pecahan terbesar Rp 100.000 menjadi Rp 1.000. Untuk menjalankan redenominasi (pengurangan angka nol) dalam mata uang rupiah, tiga angka nol disamarkan dalam lembaran mata uang yang diedarkan. Jadi, marilah kita bersiap-siap menantikan kebijakan ini mulai dijalankan.