Krisis Listrik Tanah Air

Standar

Listrik sampai saat ini belum bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, padahal setiap pulau memiliki potensi masing-masing yang dapat dijadikan sebagai sumber energi listrik. Namun sayangnya kekayaan energi tersebut belum dikelola dengan baik.  Rasio elektrifikasi Indonesia saat ini masih sekitar 73,7%. Bahkan beberapa provinsi ada yang hanya mencapai 30%.

Banyak sekali pulau dengan kekayaan alam yang sangat besar justru harus mengalami krisis energi listrik. Contohnya Kalimantan Timur, daerah ini krisis listriknya terparah, padahal Kalimantan Timur kaya akan gas alam yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik. Namun sampai saat ini, kekurangan listrik di daerah itu belum bisa terpenuhi karena PLTG Senipah masih dalam proses pembangunan.

Begitu juga dengan daerah Sulawesi Selatan, kekurangan listrik di daerah ini masih belum bisa terpenuhi. Hanya beberapa kota besar saja yang sudah terjamah oleh jaringan listrik. Untuk mengatasinya, saat ini sedang berlangsung pembangunan PLTA di Poso yang diharapkan tahun depan sudah bisa dinikmati listriknya oleh masyarakat Palu.

Masyarakat wilayah Indonesia bagian timur pun belum bisa menikmati listrik secara luas. Menurut Direktur Operasi Indonesia Timur PLN Vickner Sinaga, saat ini masih ada 17 ibukota kabupaten belum ada listriknya. Dan direncanakan akan ada program 1.000 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di 1.000 pulau.

Kalau suatu daerah mengalami krisis listrik, maka hal ini secara tidak langsung ikut memperlambat kemajuan daerah tersebut, listrik merupakan salah satu urat nadi pembangunan. Hampir semua orang membutuhkan listrik, listrik saat ini hampir sama pentingnya dengan kebutuhan pokok yang lain. Dengan adanya listrik semua kegiatan bisa dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Bayangkan saja jika  Jakarta tidak ada listrik, maka berapa banyak orang yang akan protes, berapa banyak kerugian yang akan diderita.

Ketidak tersediaan listrik ini merupakan kerugian besar bagi PLN, inefisiensi ini menyebabkan kerugian milyaran bahkan mencapai triliunan rupiah. Dahlan Iskan (mantan Direktur Utama PLN) mengungkapkan bahwa seharusnya PLN bisa rugi hingga Rp 100 triliun bukan hanya Rp 37 triliun.

Semoga saja masalah krisis energi listrik bisa segera teratasi, sehingga seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati listrik. Dan pemerataan pembangunan yang selama ini diimpikan bisa segera terwujud.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s