Prinsip Ekonomi dan Koperasi

Standar

Ekonomi merupakan aktifitas yang boleh dikatakan sama halnya dengan keberadaan manusia di muka bumi ini, sehingga kemudian timbul motif ekonomi, yaitu keinginan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada dasarnya prinsip ekonomi adalah langkah yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhannya dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil yang maksimal. Kita mengenal beberapa sistem ekonomi, diantaranya sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi komunis, dan sistem ekonomi sosialis. Beberapa prinsip dari ketiga sistem ini ada yang bertentangan dengan prinsip koperasi.

Prinsip-prinsip koperasi di Indonesia sendiri merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992, antara lain :

1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

Pada sistem ekonomi kapitalis sebagian besar perekonomian dikuasai oleh orang-orang yang mempunyai modal besar saja, sulit bagi orang yang tidak memiliki modal untuk bergabung dalam dunia usaha atau bisnis. Hal ini berbeda dengan prinsip koperasi yang membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin bergabung di dalamnya.

2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis

Dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku juga demokrasi ekonomi, sedangkan dalam sistem ekonomi komunis semua kegiatan ekonomi diatur oleh negara.

3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota

Bagian SHU untuk anggota dihitung secara sebanding (proporsional) berdasarkan transaksi dan penyertaan modal, hal ini berbeda dengan prinsip ekonomi yang umum digunakan yang membagikan keuntungan usahanya hanya memperhitungkan besarnya saham yang dimiliki.

4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

Modal dalam koperasi dipergunakan untuk kemanfaatan anggota, bukan untuk sekedar mencari keuntungan. Anggota memperoleh keuntungan dalam bentuk lain, seperti mengikuti pendidikan anggota dan dapat memperoleh produk dengan mudah, murah dan bermutu tinggi. Sedangkan prinsip yang berlaku dalam ekonomi adalah modal yang menguasai besar kecilnya keuntungan yang diperoleh.

5. Kemandirian

Kemandirian berarti koperasi tidak bergantung pada pihak lain, karena koperasi memiliki modal sendiri yang berasal dari anggota dan mengelola sendiri usahanya.

6. Pendidikan perkoperasian

Untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan terlaksananya prinsip-prinsip koperasi, maka penting sekali anggota, pengurus dan karyawan koperasi ditingkatkan pemahaman, kesadaran dan keterampilannya melalui pendidikan. Dalam ekonomi juga dianjurkan untuk selalu meningkatkan kreatifitas untuk menemukan inovasi-inovasi yang baru.

7. Kerjasama antar koperasi

Koperasi dapat bekerjasama dengan koperasi-koperasi lain di tingkat lokal, nasional ataupun internasional. Begitu pula dalam ekonomi dianjurkan untuk menjalin kerjasama dengan pihak lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s