Tentukan Investasi yang Tepat Bagi Anda

Standar

Investasi telah menjadi bagian dari kehidupan keuangan masyarakat umum, namun apakah masyarakat telah melakukan investasi secara benar? Jangan sampai masyarakat atau investor menjadi korban permainan investasi. Sering sekali investasi yang dilakukan masyarakat melenceng dari kaidah investasi, dan yang dilakukan sebenarnya bukanlah berinvestasi, tetapi berspekulasi. Investasi dan spekulasi adalah dua hal yang berbeda.

Investasi berdasarkan logika, pertimbangannya bisa dipertanggungjawabkan, sedangkan spekulasi berdasarkan perasaan dan emosional. Contohnya, mana ada investasi yang bisa memberikan imbal hasil puluhan persen per bulan secara terus-menerus. Bahkan seorang trader saham yang paling jago sekalipun tidak bisa secara kontinu meraup keuntungan. Pasti ada suatu waktu mengalami kerugian karena tidak semua faktor yang mempengaruhi pergerakan saham bisa dikontrol. Kalau ada investasi yang berani menawarkan imbal hasil besar secara rutin, maka investasi seperti itu pantas dicurigai dan kerap kali hanyalah berupa money game belaka.

Pada dasarnya seseorang yang ingin berinvestasi sebaiknya memilih investasi dan menentukan tujuan investasi secara benar, termasuk merancang portofolio investasi untuk mencapai tujuan investasi itu sendiri. Dalam pembuatan portofolio ini didasarkan pada tujuan investasi, termasuk di dalamnya jangka waktu dan imbal hasil yang diharapkan. Di sisi lain, karakter personal seorang investor merupakan salah satu kunci dalam menyusun dan melaksanakan portofolio investasi yang dirancang.

Secara umum ada tiga jenis portofolio investasi, konservatif, moderat, dan agresif. Jika calon investor masih berkategori pemula dan tergolong penghindar resiko, maka portofolio investasi yang cocok buat kalangan ini adalah portofolio konservatif. Portofolio ini beresiko relatif rendah, hasil timbal baliknya pun tidak terlalu tinggi seperti deposito berjangka, reksa dana, dan obligasi ritel. Investasi tanah juga bisa dimasukkan dalam portofolio ini. Portofolio investasi ini juga cocok bagi kalangan yang berprofesi sebagai karyawan berpendapatan tetap dan berusia di atas 50 tahun, karena biasanya kalangan seperti ini hanya berharap hasil investasinya bisa menambah pemasukan ketika yang bersangkutan sudah tidak berproduktif lagi, bukan untuk melipat gandakan kekayaan.

Selanjutnya adalah portofolio investasi jenis moderat. Portofolio moderat berada di antara konservatif dan agresif. Maksudnya, dari sisi imbal hasil mestinya bisa memberikan pengembalian lebih tinggi, tetapi juga dengan resiko yang lebih besar dibandingkan dengan portofolio konservatif. Instrument portofolio investasi moderat bisa terdiri atas deposito berjangka, reksa dana saham, dan properti. Properti ini bisa berupa apartemen atau juga tanah plus bangunan rumah di atasnya.

Adapun portofolio yang paling berpotensi memberikan keuntungan besar adalah yang berkategori agresif. Dalam jenis ini, investor menempatkan dananya dalam instrumen investasi yang beresiko tinggi seperti saham. Sebaiknya portofolio ini hanya dilakukan oleh kalangan yang telah memiliki pengetahuan memadai agar tidak menyesal nantinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s