Kebijakan BI dalam Menghadapi Emerging Market

Standar

Suku bunga yang tinggi akan menyebabkan banyaknya investor asing yang mengalirkan dananya ke negara-negara berkembang seperti Indonesia atau yang sering disebut dengan emerging market. Diperkirakan dana ini akan terus mengalir seiring dengan tingginya tinggkat suku bunga. Besarnya dana yang masuk ke Indonesia seharusnya dikelola dengan benar agar tidak hanya memberikan keuntungan yang besar bagi penanam modal, tetapi juga memberikan kontribusi bagi Indonesia. The Institute of Internasional Finance, memperkirakan aliran dana yang masuk ke emerging market tahun 2011 akan mencapai 960 miliar dollar AS. Tahun 2012 dana ini diperkirakan akan meningkat mencapai 1.009 miliar dollar AS.

Kebanyakan dari para investor hanya menginginkan meraup keuntungan yang tinggi dari investasi ini. Tentunya mereka tidak ingin mengalami kerugian, mereka pasti akan berusaha untuk melindungi dana yang mereka tanamkan. Pada umumnya dana mereka ditempatkan pada investasi yang berjangka waktu singkat untuk memperkecil resiko kerugian.

Jika suatu saat terjadi ancaman krisis atau kondisi negara tidak menguntungkan, pastinya mereka akan menarik seluruh dananya begitu saja. Penarikan dana besar-besaran akan membuat nilai Rupiah anjlok dan Bank Indonesia (BI) harus mengeluarkan dana yang besar untuk mengembalikan dana investasi tersebut. Secara otomatis hal ini akan menyebabkan pengurangan terhadap cadangan devisa. Kondisi yang disebut sudden reversal inilah yang diantisipasi oleh BI melalui berbagai cara, salah satunya dengan mengikat dana yang masuk ke instrument Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan jangka waktu yang lebih panjang.

Agar aliran dana yang masuk tidak ditempatkan pada instrument investasi berjangka waktu pendek, secara bertahap BI meniadakan lelang untuk SBI yang bertenor atau berjangka waktu satu bulan, tiga bulan, dan enam bulan secara regular. Dana yang masuk ke SBI digiring ke tenor sembilan bulan, disertai one month holding period. Maksudnya, SBI yang bertenor sembilan bulan baru bisa diperdagangkan setelah delapan bulan ke depan setelah dikurangi masa di tangan pembeli selama sebulan. Investor harus menunggu lagi satu bulan untuk menjual SBI tersebut.

Sudah sejak Juli 2010 BI mulai meniadakan lelang SBI bertenor satu bulan dan mengadakan term deposit atau penempatan berjangka. Term deposit ini tenornya mulai dari satu hari hingga 12 bulan. Secara bertahap BI memperpanjang tenor term deposit tersebut. Perpanjangan tenor term deposit tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas. Yang berhak masuk ke instrument tersebut pun hanya bank dan residen atau penduduk Indonesia melalui bank. Ini berarti pihak asing tidak dapat memiliki term deposit tersebut.

Langkah BI ini diharapkan dapat menjaga likuiditas, menjaga inflasi sekaligus mengurangi tekanan capital inflow (aliran modal masuk) sehingga berdampak pada stabilitas nilai tukar. Selain itu, BI harus bisa mengefektifkan pengelolaan aliran dana asing dan ekses likuiditas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s