RAPBN 2011 Diperkirakan Mengalami Defisit

Standar

Diperkirakan pada tahun 2011 pendapatan negara dan hibah akan mencapai Rp1.086,4 triliun, atau naik Rp94 triliun (9,5 %) dari target APBN-P 2010. Sementara itu,  belanja negara direncanakan sebesar Rp1.202 triliun, atau meningkat Rp76 triliun (6,7 %) dari pagu APBN-P 2010. Dengan demikian, RAPBN 2011 akan mengalami defisit sebesar Rp115,7 triliun, atau 1,7 % dari PDB.

Untuk memenuhi kebutuhan belanja negara, baik belanja pemerintah pusat maupun transfer ke daerah, pemerintah merencanakan akan mengoptimalkan pendapatan negara. Pendapatan negara ini bersumber dari perpajakan, penerimaan negara bukan pajak, dan hibah.

Dalam RAPBN 2011 mendatang, penerimaan perpajakan direncanakan mencapai Rp839,5 triliun, atau menyumbang sekitar 77 % dari total pendapatan negara dan hibah. Jumlah itu, berarti mengalami kenaikan sebesar Rp96,2 triliun, atau sekitar 13 % dari target penerimaan perpajakan tahun 2010. Dengan total penerimaan perpajakan sebesar itu, maka rasio penerimaan perpajakan terhadap PDB, atau tax ratiokita mengalami peningkatan dari 11,9 % di tahun 2010 menjadi 12,0 % di tahun 2011.

Untuk mengamankan sasaran penerimaan perpajakan tahun 2011, Pemerintah  terus melanjutkan langkah-langkah reformasi perpajakan. Kebijakan perpajakan terus disempurnakan. Langkah-langkah yang diambil pemerintah antara lain dengan melanjutkan reformasi peraturan dan perundang-undangan pajak, penggalian potensi pajak, dan reformasi pengawasan pajak. Saat ini pemerintah juga tengah melakukan langkah-langkah reformasi di bidang peradilan pajak. Fungsi litigasi lembaga Peradilan Pajak akan ditingkatkan, mekanisme keberatan dan banding untuk meningkatkan pengawasan akan disempurnakan, dan menghindari penyalahgunaan wewenang. Agar reformasi perpajakan ini berjalan dengan baik maka pemerintah juga akan memberikan sanksi yang berat bagi mereka yang melakukan penyelewengan  termasuk bagi aparat perpajakan.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam tahun 2011 direncanakan mencapai Rp 243,1 triliun, atau menyumbang lebih dari 22 % dari total pendapatan negara dan hibah.  Untuk mengoptimalkan pencapaian target PNBP ini, Pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan lifting migas. Upaya ini juga akan didukung dengan kebijakan fiskal dan nonfiskal, penyempurnaan pengaturan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sektor migas, serta penyediaan infrastruktur migas. Sementara itu, optimalisasi penerimaan dari bagian Pemerintah atas laba BUMN, diupayakan melalui peningkatan kinerja BUMN, antara lain dengan melanjutkan langkah restrukturisasi yang makin terarah dan efektif, memantapkan penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, dan melakukan sinergi antar-BUMN.

Defisit anggaran dalam RAPBN 2011 diperkirakan sebesar Rp115,7 triliun, atau 1,7 % terhadap PDB. Jumlah ini turun Rp18,1 triliun atau sekitar 13 % dari target defisit anggaran dalam APBN-P 2010 sebesar Rp133,7 triliun atau 2,1 % terhadap PDB. Penurunan defisit anggaran ini, berkaitan dengan arah kebijakan konsolidasi fiskal dalam rangka mewujudkan anggaran yang lebih sehat dan berimbang di masa datang. Defisit yang terlalu tinggi, makin meningkatkan utang kita di atas rasio yang aman, dan akan membebani pemerintahan yang akan datang.

Untuk membiayai defisit anggaran itu, Pemerintah akan menggunakan sumber-sumber pembiayaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Langkah itu dilakukan dengan tetap berorientasi pada pembiayaan yang stabil dan berkelanjutan, serta beban dan risiko seminimal mungkin. Sumber utama pembiayaan dalam negeri, akan tetap berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), sedangkan sumber pembiayaan luar negeri akan berasal dari penarikan pinjaman luar negeri, berupa pinjaman program dan pinjaman proyek.

Dengan langkah-langkah itulah, diupayakan penurunan rasio utang Pemerintah terhadap PDB dari sekitar 27,8 % pada akhir tahun 2010 menjadi sekitar 26,0 % pada akhir tahun 2011. Penurunan rasio utang Pemerintah terhadap PDB dapat  memperkuat struktur ketahanan fiskal, sejalan dengan tujuan Pemerintah untuk mencapai kemandirian fiskal yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s