Karakteristik Asing Mempengaruhi Bisnis Internasional

Standar

Pada tahun 2011 diramalkan Indonesia akan memperoleh aliran dana dari investor global. Diduga penyebab utama dari hal tersebut adalah krisis utang luar negeri yang melanda Eropa.
Hal ini ditandai dengan kondisi negara Yunani yang tidak bisa membayar hutangnya, sehingga Bank Sentral Eropa harus memberikan suntikan dana kepada negara tersebut. Begitu pula negara-negara Eropa lainnya mengalami hal yang sama.

Banyak pakar ekonomi yang menyatakan penyebabnya adalah ketidakdisiplinan negara-negara Eropa tersebut untuk mengendalikan utang luar negerinya. Seharusnya mereka hanya bisa memberikan utang luar negeri sebesar 60% persen dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mereka. Namun banyak sekali negara-negara Eropa yang memberikan utang luar negeri dengan perbandingan PDB mereka sebanyak 80%.

Secara tidak langsung hal ini akan mempengaruhi juga kondisi ekonomi Indonesia. Ketidak pastian kondisi ini membuat investor global takut untuk menanam modalnya di Amerika Serikat dan Eropa, karena mereka merasa takut modal mereka tidak bisa dikembalikan jika krisis utang luar negeri ini meluas. Alhasil banyak investor global yang menanam modal mereka ke negara-negara berkembang contohnya Indonesia. Cadangan devisa sudah dimiliki Indonesia mencapai angka sekitar 93 miliar dollar AS. Indeks saham BEI sudah mencapai angka di atas 3600. Rupiah cukup kuat bergerak di sekitar Rp 8900 – 9100/USD. Ketiga hal tersebut menguat disebabkan oleh aliran modal asing ke Indonesia yang sangat luar biasa, khususnya ke pasar modal dan pasar uang.

Dengan adanya pasar bebas yang akan segera di terapkan, investor asing pun akan merasa nyaman untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Perekonomian Indonesia harus selalu dikelola secara sangat hati-hati. Sebab, dana-dana investasi yang masuk cukup besar ke pasar modal dan pasar uang tersebut berpotensi sebagai dana-dana spekulasi.

Selain kita harus berhati-hati atas modal yang telah ditanam di negara kita, kita juga harus memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan dengan adanya perkembangan perekonomian Indonesia. Kemungkinan besar di tahun 2011 Indonesia akan mengalami kenaikan inflasi. Beberapa faktor pendorong inflasi yaitu meningkatnya harga pangan, harga-harga komoditas menanjak, harga emas cenderung meningkat, dan harga minyak yang diperkirakan akan ikut naik.

Naiknya harga minyak dunia dipengaruhi oleh perubahan kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan China, menurunnya produksi minyak di negara-negara Non-OPEC seperti Meksiko, Inggris, Norwegia dan lainnya. Penurunan tersebut terjadi karena adanya natural decline (penurunan secara alamiah) di lapangan-lapangan minyak milik mereka. Faktor ketiga yaitu melemahnya nilai dollar AS karena kebijakan pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat ekspor sehingga  itu menempatkan dolar AS di posisi yang lemah terhadap mata uang lain.

Kenaikan harga minyak dunia ini menyebabkan pe­me­rin­tah me­la­ku­kan pem­ba­tas­an BBM sub­si­di ba­gi pe­mi­lik mo­bil pri­ba­di. Hal ini di­la­ku­kan ka­re­na peng­gu­na­an BBM sub­si­di 2010 men­ca­pai 40 ju­ta ki­lo­li­ter. APBN 2011 meng­ang­gar­kan Rp 92,785 tri­li­un, se­dang­kan kon­sum­si BBM ta­hun 2011 di­per­ki­ra­kan men­ca­pai 42,5 ju­ta ki­lo­li­ter. Se­lain itu, ke­bi­jak­an eko­no­mi pe­me­rin­tah da­lam mem­ber­da­ya­kan sek­tor ri­il dan pem­ba­ngun­an in­fra­struk­tur me­ru­pa­kan fak­tor kun­ci yang bi­sa mem­pe­nga­ru­hi kon­di­si per­eko­no­mi­an na­sio­nal 2011. 

Written by : Tri Rustiana Amadah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s